Scroll Untuk Lanjut Membaca
EKONOMIKOTA GORONTALOPEMKOT GORONTALO

Kota Gorontalo Berikan Dampak Besar untuk Tekan Inflasi

×

Kota Gorontalo Berikan Dampak Besar untuk Tekan Inflasi

Sebarkan artikel ini
Inflasi Kota Gorontalo
Rapat pembahasan inflasi Kota Gorontalo. Foto: Diskominfo.

Dulohupa.id – Upaya Pemerintah Kota Gorontalo dalam menekan laju inflasi memberikan dampak besar terhadap penilaian pada inflasi Provinsi Gorontalo yang kini menjadi Provinsi dengan Inflasi terendah ketiga.

Diketahui bahwa angka inflasi Kota Gorontalo pada bulan April 2023 kemarin berhasil ditekan oleh pemerintah setempat, meski tengah berada pada posisi dimana kebutuhan masyarakat terhadap bahan pokok meningkat drastis saat menghadapi siklus rawan yakni bulan puasa dan idulfitri.

Sehingga menurut Kepala bagian ekonomi Sekretariat Daerah Kota Gorontalo, Kaima Kamaru mengatakan bahwa inflasi Kota Gorontalo memberikam dampak besar pada inflasi Provinsi Gorontalo yang saat ini menjadi daerah dengan inflasi terendah ketiga setelah Provinsi Sulawesi Barat dan Bangka Belitung, yang masing-masing pada angka 3,45 persen, 3,31 persen dan 2,9 persen. Hal ini dikarenakan yang menjadi indikator penilaian angka inflasi untuk Provinsi adalah daerah perkotaan.

Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo, inflasi Kota Gorontalo pada Bulan April ada pada angka 0,02 persen, dimana menjadi angka paling rendah dibandingkan dengan Kota-kota lain yang ada pulau Sulawesi.

“Banyak yang kita lakukan untuk menekan angka inflasi di Kota Gorontalo, diantaranya adalah dengan melakukan kegiatan pangan murah, menyalurkan bantuan beras premium, dimana kita bekerjasama dengan Bulog. Selain itu, kita juga rutin menggelar sidak terhadap harga jual bahan pokok di pasar tradisional maupun di pasar modern yang ada di Kota Gorontalo,” Ungkap Kaima Kamaru.

Kedepan pihaknya menargetkan untuk terus mempertahankan, bahkan akan lebih  terus dilakukan upaya menekan inflasi di Kota Gorontalo. hal tersebut akan diwujudkan dengan memasivkan strategi 4K, yaitu ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi dan komunikasi yang efektif.

“Kami juga saat ini sementara membangun kerjasama dengan daerah penghasil bahan-bahan pokok, karena itu adalah hal yang paling inti. Isnyaallah dalam waktu dekat ini penandatanganan kerjasama akan segera dilaksanakan,” Tambah Kaima.

Disisi lain, Walikota Gorontalo, Marten Taha menegaskan agar turunnya angka inflasi di  Kota Gorontalo tidak membuat para OPD terkait lengah. Sebaliknya, Marten Taha justru menginstruksikan jajarannya agar lebih masiv dalam melakukan upaya-upaya yang selama ini sudah dilaksanakan dengan baik.

“Kita jangan sampai lengah, inflasi ini bagaikan Covid-19, kalau kita lengah maka kasus konfirmasi positifnya akan meningkat dan bertambah. Tapi jika kita terus memberikan perhatian serius pasti akan tekendali dengan baik kasusnya,” Tegas Marten.

Reporter: Kris