Untuk Indonesia

Korban Gempa Sulbar di Lokasi Pengungsian Mengaku Kesulitan Air Bersih

Dulohupa.id- Korban gempa Sulawesi Barat yang berada di lokasi pengungsian mengaku kesulitan mengakses air bersih dan bahan makanan seperti sayuran.

Tenri Abeng Manggabarani, salah seorang pengungsi yang berada di lokasi pengunsian di kelurahan Binanga, lokasi Stadion Manakarra mengatakan, bahwa kebutuhan air bersih sangat diperlukan warga yang mengungsi di tempatnya, juga di beberapa lokasi pengungsian lainnya.

“Air bersih sulit kami jangkau, air PDAM tidak ada. Sungai kabur, Satu-satunya air bersih kami menampung air hujan,” katanya kepada Dulohupa.id via telpon , Sabtu (16/1).

Bahkan kata Tenri, pasokan listrik juga baru mereka rasakan sore (16/1) kemarin. Setelah beberapa hari padam.

“Listrik itu baru ada sore, setelah beberapa hari padam,” terangnya.

Tak hanya air, katanya kebutuhan makanan seperti sayuran, beras, dan telur juga sangat diperlukan. Apalagi bagi lansia yang sangat membutuhkan popok.

“Kami di sini kelebihan mie, sayuran dan beras yang kurang. Kami butuh sayuran juga sebagai asupan lainnya selain mie. Juga, popok untuk lansia dan bayi yang kurang dan kebutuhan obat-obatan, alat mandi, dan deodoran,” terang Tenri.

Meskipun sebagai penyintas bencana gempa Sulbar, Tenri juga saat ini tergabung dalam gerakan relawan #pelukSulbar yang digagas oleh komunitas Diberi untuk Memberi (DUM) dan Sahabat Pulau Gorontalo yang fokus pada isu-isu soal kemanusiaan.

Komunitas DUM juga pernah terlibat dalam gerakan relawan Gorontalo peluk Palu tahun 2018 lalu.

Tenri menambahkan, komunitas DUM juga beserta dirinya dan relawan #pelukSulbar telah melakukan pendataan kebutuhan warga di setiap lokasi pengungsian. Tapi katanya, pendataan ini belum menyeluruh, masih berpusat pada lokasi yang bisa dijangkau karena keterbatasan akomodasi dan kondisi jalan masih sulit diakses akibat dampak dari gempa kemarin.

Reporter: Zulkifli Mangkau

Comments are closed.