Dulohupa.id – Mengantisipasi kelangkaan gas elpiji non subsidi pasca adanya penyesuaian harga LPG non subsidi sejak tanggal 27 Februari 2022 lalu. Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo langsung bergerak cepat (gercep) temui distributor dan agen elpiji.
Salah satu agen gas elpiji yang ditemui oleh Komisi II Deprov Gorontalo adalah PT. Sinar Berkat Abadi yang berlokasi di Kabupaten Gorontalo, Sabtu (05/03/2022). Hasilnya diketahui, harga gas LPG non subsidi Bright Gas berukuran 5,5 kilogram mengalami kenaikan harga sebesar Rp12.000 dan Bright Gas ukuran 12 kilogram mencapai Rp24.000.
Ketua Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, Espin Tulie menilai kenaikan harga gas LPG non subsidi tersebut dipicu akibat naiknya harga BBM (Bahan Bakar Minyak) oleh PT Pertamina (Persero), atau bahkan imbas dari infasi Rusia ke Ukraina.
“Karena Negara Ukraina itu adalah penghasil minyak, karena ini sudah kebijakan global dan PT Pertamina (Persero) harus mengikuti kenaikan gas LPG. Namun, kami berharap barang-barang lain atau bahan pokok tidak mengalami kenaikan, apalagi menjelang bulan suci ramadhan,” tandasnya. (Adv)
Reporter: aan











