Dulohupa.id – Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kelurahan Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo telah beroperasi sejak bulan Maret lalu hingga Juli ini.
Kehadiran program KNMP ini diharapkan dapat mendorong penguatan disektor ekonomi masyarakat khususnya nelayan. Banyak harapan dari program pemerintah ini. Salah satu nelayan yang ada di Kelurahan Leato Selatan, Hajir Buhungo berharap dengan kehadiran KNMP ini dapat lebih membantu nelayan itu sendiri.
“Mudah-mudahan dengan keberadaan KNMP ini cepat mengantisipasi kebutuhan nelayan hari ini, mudah-mudahan saja,” ujar Hajir kepada awak media pada Rabu lalu.
Lebih lanjut Hajir mengungkapkan bahwa jika dilihat dari segi kebutuhan dan prioritas nelayan saat melaut, terdapat dua hal yang dibutuhkan saat ini.
“(apa yang dibutuhkan untuk segera diadakan?) Kami berharap, sekarang ini kan BBM lagi mahal, utama sekali yang dibutuhkan nelayan itu BBM,” jelasnya.
Selain BBM kata Hajir, yaitu terkait ketersediaan es balok yang digunakan nelayan saat melaut juga menjadi kebutuhan.
“Kedua, es balok. Kalau disini (Leato Selatan) ada 100 nelayan atau 100 perahu saja, hanya membutuhkan 10 es balok saja (per nelayan) berarti ada 1000 es balok yang mereka butuhkan dalam sehari harus keluar,” ujarnya.
Menurut Hajir, hal ini yang ketika dilihat dari segi prioritas dibutuhkan para nelayan khususnya yang ada di pesisir selatan Gorontalo. Namun menurutnya, saat ini KNMP yang ada belum bisa memfasilitasinya.
“Pertanyaan mampu tidak, KNMP melayani itu baru di sekitar sini. Sementara yang setau saya, kalau tidak salah KNMP itu menyiapkan dalam sehari itu ada sekitar berapa puluh balok-ada seratus balok yaa, (ini) tetap tidak mampu (untuk dilayani kebutuhan nelayan),” ungkap Hajir.
“Maka imbasnya adalah nelayan belanja ke luar,” sambungnya.
Meski telah beroperasi sejak Maret hingga Juli ini, menurutnya KNMP di Leato Selatan itu belum sepenuhnya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat nelayan. Sebab masih banyak aktivitas pembelian nelayan dilakukan diluar bukannya di KNMP itu sendiri.
Namun, ia berharap kedepannya program KNMP ini dapat melayani kebutuhan nelayan, yang nantinya bisa membeli ditempat tersebut, dan dapat mendorong perputaran ekonomi masyarakat di wilayah pesisir.
“Ini kan baru awal juga, mudah-mudahan KNMP kedepannya lagi lebih baik,” harapnya.
Sementara itu di hari yang sama, melalui Ketua Koperasi Merah Putih Leato Selatan, Abdurrahman Lamusu saat diwawancarai mengungkapkan bahwa sejak Maret lalu, KNMP mulai beroperasi.
“Kalau saat ini yang sudah beroperasi itu, dari bulan Maret itu sampai dengan saat ini pabrik es karena itu kebutuhan nelayan,” tutur Abdurrahman.
“Nah terus bulan kemarin yang sudah beroperasi tempat gudang beku, kios perbekalan, bengkel nelayan dan mesin alat tangkap,” lanjutnya.
Lebih lanjut jelasnya bahwa terkait pengelolaan hasil di KNMP ini masih cukup terkendala.
“Kalau sementara, kami memang dari pengelola koperasinya akan membeli ikan langsung dari nelayan,” ucapnya.
“Tapi memang saat ini kami koperasi maupun pengelolanya itu, saat ini kami butuh operasional atau modal untuk bisa membeli ikan langsung dari nelayan tersebut dan kita proses digudang bekunya. Tapi saat ini kami terima jasa titip penyimpanan tangkapan nelayan,” lanjut Abdurrahman.
Menurut Abdurrahman, untuk lancarnya jalan program ini, perlu adanya modal dari investor. Dan hal ini yang tengah diusahakan oleh pihak pengelola.
“Kalau untuk bisa ditarget kami belum bisa menentukan, kapan usaha ini bisa berkembang bagus dan baik,” pungkasnya.
Terkait anggaran operasional, memang kata Abdurrahman masih terus diupayakan.
“Kalau dalam hal permodalan mungkin sementara ini masih dalam proses (pemerintah). Sehingga bagaimana caranya kita dari pihak pengelola untuk bisa bermitra, mencari kerjasama dengan para pengusaha-pengusaha yang ada,” tutupnya.
Reporter: Yayan









