Scroll Untuk Lanjut Membaca
GORONTALOHEADLINENASIONAL

Kisah Pilu Nasir Minabari, Kakinya Diamputasi Usai Kecelakaaan Kerja

×

Kisah Pilu Nasir Minabari, Kakinya Diamputasi Usai Kecelakaaan Kerja

Sebarkan artikel ini
Kaki Diamputasi
Nasir Minabari, seorang buruh di Gorontalo yang kehilangan kakinya usai diamputasi karena kecelakaan kerja. Foto: Kris/Dulohupa

Dulohupa.idNasir Minabari, seorang warga Kelurahan Tamalate, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo terpaksa harus menjalani aktivitas sehari-hari menggunakan tongkat dan kursi roda, akibat salah satu kaki kirinya harus diamputasi usai mengalami kecelakaan kerja pada tahun 2021 silam.

Nasir sebelumnya bekerja di salah satu perusahaan sebagai sopir dump truk pengakut material di Kabupaten Gorontalo Utara. Ia mengalami kecelakaan tunggal bersama rekannya setelah dump truk menabrak batu besar di Desa Akasia, Kecamatan Sumalata, Kabupaten Gorontalo Utara.

Nur Fitriyani Minabari, anak tunggal dari Nasir Minabari menuturkan, kecelakaan tersebut akibat kelalaian salah satu sopir yang juga merupakan rekan ayahnya.

“Kecelakaan itu adalah kecelakaan tunggal atas kelalaian sopir, mereka menabrak batu besar di jalan. Jadi posisi orang tua saya di sebelah kiri dan mungkin mobilnya laju dan menabrak batu besar. Jadi kaki orang tua saya terjepit dan kakinya harus diamputasi,” tutur Nur Fitriyani.

Amputasi
Nur Fitriyani Minabari bersama ayahnya Nasir Minabari saat diwawancarai awak media. Foto: Kris/Dulohupa

Fitriyani menceritakan setelah kejadian tersebut, pihak perusahaan turut menjenguk dan membantu ayahnya. Namun perhatian dari pihak perusahaan hanya kurang lebih selama 3 bulan pasca kejadian dengan memberikan biaya perawatan setiap pemeriksaan.

“Pimpinan perusahaan mengatakan bahwa yang mana akan ada bantuan kaki palsu, tapi setelah keluar dari rumah sakit mereka hanya memberikan bantuan kursi roda. Namun untuk kaki palsu sampai sekarang belum terealisasi dari pihak perusahaan,” Ujar Nur Fitriyani Minabari.

Sejak kejadian tersebut, sang ayah harus menggunakan tongkat dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Nasir Minabari sendiri merupakan tulang punggung keluarga. Sejak kakinya diamputasi, sang anak harus menggantikan dirinya dalam memenuhi kebutuhan keluarga.

“Ayah saya tulang punggung keluarga, kemudian saya juga sudah berkeluarga tapi saya tinggal bersama mereka. Alhamdulillah saya juga sebagai tenaga kontrak di salah satu universitas di Gorontalo. Jadi setelah kecelakaan itu, mau tidak mau saya sebagai anak satu-satunya dari mereka harus bisa membantu kepada orang tua saya,” Ucap Fitriyani sambil meneteskan air mata.

Beruntung, setelah hampir 3 tahun menjalani kehidupan sehari-hari menggunakan tongkat dan kursi roda, Nasir Minabari kini mendapat bantuan kaki palsu dari Yayasan Baitul Maal (YBM) Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) wilayah Gorontalo. Bantuan tersebut diberikan kepada Nasir Minabari berkat proses penjaringan yang dilakukan oleh pihak YBM.

“Alhamdulillah kami sangat bersyukur masih ada kepedulian dari orang lain, khufgsusunya dari pihak PLN. Semoga dengan adanya bantuan ini, ayah saya bisa beraktivitas lagi dan kehidupannya normal kembali. Terutama emosi dari ayah saya beberapa tahun ini sangat terpuruk,” Pungkas Fitriyani.

Reporter: Kris