Scroll Untuk Lanjut Membaca
BONE BOLANGOGORONTALOHEADLINEPERISTIWA

Kisah Korban Longsor Bertahan Hidup dalam Lubang Tambang di Gorontalo

703
×

Kisah Korban Longsor Bertahan Hidup dalam Lubang Tambang di Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Korban Longsor Gorontalo
Ketiga korban yang selamat saat peristiwa longsor di lokasi tambang di Suwawa Timur, Gorontalo. Foto/Dulohupa

Dulohupa.id – Sejumlah korban selamat menceritakan detik-detik insiden longsor yang terjadi di lokasi tambang Motomboto, Desa Tulabolo Timur, kecamatan Suawa Timur, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo.

Ridwan Wajeh, salah satu korban selamat mengungkapkan, longsor terjadi pada Sabtu (06/7/2024) malam sekitar pukul 11.00 Wita. Saat itu longsor dari perbukitan menerjang camp dan lubang tambang.

Ridwan mengatakan saat longsor terjadi, ia berada di luar lubang, sementara dua rekan lainnya Nopri dan Jufrit di dalam lubang terkena longsor. Melihat rekan-rekannya terjebak longsor, ia mencari bantuan kepada penambang lainnya untuk menggali tanah yang sudah menutupi lubang tambang.

“Saya sempat terlempar waktu longsor itu, tapi tidak apa-apa. Terus saya cari bantuan, untuk mengeluarkan teman saya dari lubang. Tapi dorang (mereka) bilang sudah malam, nanti besok pagi saja ba bongkar (timbunan),” ujarnya kepada awak media saat diwawancarai di kediamannya di Desa Tulabolo, Senin (08/7/2024).

Pada Minggu pagi, ia bersama penambang lainnya berupaya menggali tanah dengan menggunakan pacul untuk menemukan dua rekannya yang terjebak longsor.

“Ada sekitar satu jam lebih torang (kami) gali. Baru itu dorang keluar,’ ujar Ridwan.

Sementara, Nopri menceritakan ia bertahan hidup dengan satu temannya Jufrit Radjalau selama 8 jam di dalam lubang dengan kedalaman mencapai 10 meter. Mereka berdua hanya bisa pasrah dan berharap ada bantuan.

“Jadi tanahnya tidak sampai ke dalam sekali. Jadi masih bisa bernafas, meskipun oksigen hanya sedikit,” sambungnya.