Dulohupa.id – Sapi jenis Brangus merupakan hasil kawin silang antara sapi perah dengan jenis sapi simental. Sapi diberi nama Hercules itu dibeli Presiden Joko Widodo (Jokowi) dari Mohamad Afif, salah satu peternak yang ada di Kelurahan Siduan, Kecamatan Paguat, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo.
Sapi pilihan Presiden Jokowi itu diperuntukan menjadi hewan kurban untuk masyarakat Pohuwato pada hari raya Idul Adha nanti.
Mohamad Afif menceritakan, Hercules dibelinya pada tahun 2019 silam saat sapi itu berusia satu tahun. Ia membeli sapi hanya untuk dijadikan sebagai hobi, sebab dari kecil dirinya sudah diajarkan orang tuanya untuk beternak.
“Sejujurnya ini sapi tidak untuk dijual, ini hanya hobi saya menjadi peternak, rencananya ingin ikut kontes, cuma karena tahun-tahun kemarin pandemi, jadi event tidak ada,”ungkap Afif sapaan akrabnya, saat ditemui di kediamannya, Jum’at malam (1/7/2022).
Ia menjelaskan, pada tahun 2021 kemarin sudah ada yang menawar sapi miliknya tersebut dengan harga 85 juta rupiah. Namun karena ada kepuasan sendiri saat melihat sapi nya, dirinya tidak menjual sapi tersebut
Hercules sendiri sudah terkenal di kalangan para peternak sapi yang ada di Kabupaten Pohuwato maupun di Provinsi Gorontalo, bahkan pemilik sapi itu menjadi ketua peternak di komunitas yang dibentuk oleh beberapa peternak yang ada di Gorontalo.
“Memang sudah terkenal di kalangan para peternak, di tahun 2021 sempat ada tawaran dari adik Rusli Habibie, tapi saya tidak jual karena beternak sapi hobi saya,” ujarnya tersenyum.
Cara Pemeliharaan dan Pakan Sapi Brangus
Merawat sapi brangus sendiri menurut Afif sendiri, hampir tidak memiliki kesulitan yang berat sama sekali, karena cara pemeliharaan sapi jenis brangus ini tidak membutuhkan perawatan yang ekstra. Seperti cara membersihkan tubuh sapi, cukup dimandikan empat kali dalam seminggu, dan rutin disuntik vitamin dua minggu sekali yang dilakukan oleh dokter hewan yang ada di kabupaten.
Sapi miliknya itu juga kepribadiannya sangat jinak, bahkan beberapa kali ditungganginya berjalan keliling kompleks rumahnya, karena memang sapi itu adalah sapi yang dipelihara di dalam kandang, jadi sesekali diajak jalan sama pemiliknya.
Bahkan kata dia, pemberian makanan pada sapi cukup diberi ampas sagu, ampas tahu dan tempe, dan campuran garam. Pemberian makanan dengan rutin tiga kali dalam sehari, yaitu pagi, siang, dan malam hari.
“Makan rumput itu sesekali pada malam hari. Tapi rutin sapi itu diberi makan ampas sagu, ampas tahu, tempe, dan di campur garam. Di Paguat itu ada pengusaha tempe dan sagu, di Randangan ada pengusaha garam, gampang dicari, murah juga harganya, dan itu melebihi kebutuhan makan si sapi,” terang dia.
Dirinya menyampaikan bahwa di Kabupaten Pohuwato itu makanan sapi sangat tersedia, tinggal bagaimana cara para peternak memanfaatkan sumber makanan yang ada.
Ia mengungkapkan, ilmu cara beternak sapi yang diterapkan, yaitu dengan cara milenial. Artinya, tiap sapi yang dipelihara harus dirinya sendiri yang memberikan makan, bukan dia yang menyuruh sapi mencari makan sendiri di kebun warga, di ikat dan kemudian dipindahkan lagi. Dan hampir tidak diberi makan rumput, karena menurut dia dengan makanan yang disebutkan tadi, itu lebih membuat sapi miliknya menjadi besar.
Menjadi sapi terbesar, terpanjang, dan terberat menjadikan sapi milik Mohamad Afif terpilih sebagai hewan kurban Presiden Joko Widodo, di Provinsi Gorontalo. Sebelumnya pemilihan sapi kurban Jokowi telah melalui tahap penilaian dari beberapa daerah yang diajukan Dinas Peternakan Provinsi Gorontalo yaitu, sapi dari Limboto, Kabupaten Gorontalo, dan sapi yang berasal dari Batudaa, dan juga sapi yang berasal dari Kabupaten Pohuwato, tepatnya di Kecamatan Randangan, dan sapi yang terpilih dari Kecamatan Paguat yang memiliki bobot 1,1 ton.
Sementara harga sapi brangus miliknya itu sampai dengan saat ini ditawar Sekretariat Presiden (Sekpres) dengan harga perkilonya Rp 100 ribu, jika dikalkulasi harganya mencapai Rp 110 juta. Namun harga tersebut belum pasti, karena kepastian harganya akan disampaikan kembali oleh sekretariat kepresidenan pada tanggal 5-6 Juli 2022 mendatang.
“Sudah pasti di jual, saya tidak memikirkan harganya, karena perasaan saya saat ini bercampur aduk, sedih kehilangan dan bangga sapi saya terpilih jadi hewan kurban bapak Presiden Joko Widodo,” imbuhnya sambil terharu.
Hingga saat, Mohamad Afif sendiri yang masih merawat sapi tersebut, sampai pada H-2 lebaran Idul Adha kemudian sapi itu akan dibawah ke Masjid Agung Baiturahim Pohuwato dan dalam perawatan dan pengawasan yang ketat.
Reporter: Hendrik Gani












