Untuk Indonesia

Kinerja Ekspor Komoditas Olahan Kelapa Gorontalo Capai 130 Miliar Rupiah

Dulohupa.id- Meski di tengah pandemi COVID-19, namun kinerja ekspor komoditas olahan kelapa  Gorontalo tercatat meningkat cukup signifikan. Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Gorontalo  mencatat, ada setidaknya 229 kali ekspor dengan total volume sebesar 5.852 ton olahan kelapa dengan nilai ekonomi mencapai 130 miliar rupiah.

“Peningkatan fasilitasi layanan karantlna untuk produk olahan kelapa yang sangat menggembirakan, apalagi di masa pandemi namun tidak bersoal,” kata Muhammad Shahrir, Kepala Karantina Pertanian Gorontalo melalui keterangan persnya (29/1).

Kata Sharir, peningkatan kinerja ekspor di Gorontalo disebabkan oleh sinergitas antar pemerintah pusat dan daerah, pelaku usaha, dan petani. Selain itu, juga karena beberapa langkah operasional sepanjang tahun 2020. Antara lain percepatan layanan, sosialisasi dan membuka akses informasi terkait potensi dan proses bisnis ekspor produk pertanian melalui klinik agro ekspor di kantor layananan karantina.

“Sebelumnya, pelaku usaha asal Gorontalo melaporkan komoditasnya sebagai komoditas antar area dikarenakan komoditas akan diekspor melalui Surabaya atau restuffing. Kini dapat dilakukan melalui kantor layanan kami, lebih cepat dan mudah,” jelas Shahrir.

Sementara itu, Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil mengapresiasi terobosan layanan yang ada, sehingga mempermudah para pelaku usaha agribisnis di Provinsi Gorontalo.

Ia pun berharap, Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor Pertanian (Gratieks) yang digagas Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, dapat tercapai.

“Komoditas olahan kelapa yang diekspor sudah sesuai dengan harapan kita, jangan kelapa bulat yang kita kirim karena selain harga lebih rendah juga tidak memberikan nilai tambah,” jelas Jamil.

Produk olahan merupakan komoditas dengan risiko rendah atau low risk, namun tetap melalui serangkaian pemeriksaan dan tindakan karantina guna memenuhi persyaratan negara tujuan ekspor.

“Setelah kami pastikan sehat dan aman, sertifikat kesehatan tumbuhan atau phytosanitary certificate kami terbitkan,” tutup Sharir.

Redaksi

Comments are closed.