Dulohupa.id – Kasus dugaan pelecehan seksual terhadap seorang siswi SMK di Pohuwato yang diduga dilakukan oleh oknum guru berinisial AE dinilai tidak benar dan hanyalah salah paham. Hal itu diungkapkan Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Marisa, Kamal A. Saleh.
Kamal Saleh mengaku, kejadian itu terjadi sejak bulan Agustus tahun 2023 dan sudah diselesaikan setelah oknum guru dan orang tua korban dipertemukan yang disaksikan oleh aparat kepolisian Polres Pohuwato.
“Jadi sebenarnya ini hanya salah paham, dan kasusnya sebenarnya sudah selesai saat kedua belah pihak saya undang dengan disaksikan oleh pihak kepolisian dari Polres Pohuwato bagian perlindungan perempuan dan anak,” Jelas Kamal Saleh, Senin (15/1/2024).
Kejadian kembali terkuak baru-baru ini saat sekolah mau mengadakan kegiatan ketarunaan jurusan Nautika Kapal Penangkap Ikan (NKPI). Kata Kamal, siswa dan orang tuanya curhat ke guru-guru yang akan melaksanakan kegiatan jurusan tersebut.
“Kemudian terungkap kembali kejadian dugaan pelecehan tersebut karena mereka menceritakan bahwa tiap kegiatan semacam itu pasti seluruh siswa tidur satu tenda,” Ujarnya.
Kamal menekankan, kegiatan ketarunaan dalam pelaksanaanya memang dilakukan sejak dulu, dimana para siswa dan siswi diminta tidur dalam satu tenda. Mereka diatur dengan model kepala saling ketemu.
“Ada siswa yang ditugaskan untuk menjaga kemudian disitu juga ada guru yang mengawasi tenda tersebut,” Ungkapnya.
Dalam kejadian pada bulan Agustus 2023 lalu, oknum guru AE saat itu memang ada persediaan tenda kecilnya untuk beristirahat. Namun AE mengaku kesulitan tidur karena sempit.
“Maka guru AE ini pindah dan tidur tepat di pintu masuk tenda para siswa, dan kemudian kepala guru AE ini ketemuan dengan kaki siswi tersebut. Dan mungkin sudah dalam keadaan tertidur, tangan guru ini menyentuh pergelangan kaki siswi tersebut. Dan pada saat itu siswa itu bangun dan langsung pindah ke tempat lain,” Ungkap Kamal.
Setelah kejadian itu, seorang siswi mengeluhkan ke orang tuanya jika ada dugaan pelecehan dan melaporkannya ke pihak sekolah.
“Besoknya itu, saya langsung undang orang tua siswi, korban dan guru tersebut. Dan selesai sampai disitu,” Tambahnya.
Kemudian terkait Wakil kepala sekolah SMK 1 Marisa yang menyebut hanya pelecehan biasa, Kamal menyebut hal itu hanyalah mis komunikasi.
“Maksudnya bukan seperti itu. Kami juga disini tidak ada yang kami tutup-tutupi. Jadi samua sudah selesai, bahkan ada surat pernyataan dan sudah saya dudukan kembali guru yang bersangkutan, siswi, dan orang tua siswi, yang disaksikan pihak kepolisian,” Jelasnya.
Reporter: Hendrik Gani











