Dulohupa.id – Musim kemarau yang berkepanjangan menyebabkan bencana kekeringan meluas di seluruh Provinsi Gorontalo. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo per periode 25 Juli hingga 5 Oktober 2026, sebanyak 5 kabupaten terdampak bencana kekeringan ini.
Dari 5 kabupaten itu, mencakup 36 kecamatan dan 134 desa. Secara keseluruhan, kekeringan ini mempengaruhi 15.107 Kepala Keluarga atau setara 41.495 jiwa.
Sebagai upaya penanggulangan, telah didistribusikan sebanyak 4.778.510 liter air bersih guna memenuhi kebutuhan warga yang kekurangan akses air minum.
Dari wilayah terdampak ini, Kabupaten Bone Bolango yang terbanyak dengan jumlah 12 kecamatan di 34 desa. Disusul Kabupaten Gorontalo dengan jumlah terdampak kekeringan sebanyak 11 kecamatan di 39 desa. Kemudian Kabupaten Gorontalo Utara, terdampak di 6 kecamatan 28 desa.
Sementara untuk dua kabupaten selanjutnya yaitu Kabupaten Pohuwato dengan jumlah terdampak 5 kecamatan di 19 desa. Serta Kabupaten Boalemo dengan jumlah terdampak 2 kecamatan di 14 desa.
Berdasarkan data yang ada, penyaluran bantuan air bersih dilakukan melalui sinergi lintas instansi, meliputi BPBD Provinsi dan Kabupaten, Dinas Sosial, TNI, Polri, BWS & BPBPK, PMI, serta PDAM. Tim gabungan terus bergerak menyalurkan air ke titik-titik yang paling membutuhkan, terutama di daerah yang sumber air alami telah mengering.
Tak henti-hentinya, pihak BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap menghemat penggunaan air dan melaporkan jika ada lingkungan yang belum mendapatkan bantuan penyaluran. Pemantauan dan penyaluran bantuan akan terus diperpanjang hingga curah hujan turun secara merata dan sumber air warga kembali normal.
Reporter: Yayan











