Scroll Untuk Lanjut Membaca
PERISTIWA

Kegiatan Mahasiswa Politeknik Gorontalo Berhasil Dibiayai Kementerian

×

Kegiatan Mahasiswa Politeknik Gorontalo Berhasil Dibiayai Kementerian

Sebarkan artikel ini
Aktivitas mahasiswa bersama masyarakat Polahi/Politeknik Gorontalo
Aktivitas mahasiswa bersama masyarakat Polahi/Politeknik Gorontalo

Dulohupa.id- Pekan Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM-PM) oleh Politeknik Gorontalo, berhasil mendapatkan pendanaan dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (PDDikti). 

Dalam keterangan yang diterima dulohupa.id, kegiatan berupa pemberdayaan tersebut bertajuk “Pemberdayaan Suku Polahi Melalui Agroforestri di Hutan Suaka Margasatwa Nantu-Boliyohuto”. Secara umum, kegiatan itu nantinya

Kegiatan ini menjadi menarik karena kegiatan ini difokuskan kepada Suku Polahi yang memang tinggal di Hutan Suaka Margasatwa Nantu-Boliyohuto. Sebagaimana diketahui Hutan Suaka Margasatwa Nantu-Boliyohuto merupakan kawasan konservasi yang sangat dilindungi. 

Foto bersama dengan Suku Polahi, BKSDA Wilayah II Gorontalo dan Peserta Kegiatan PKM-PM Politeknik Gorontalo
Foto bersama dengan Suku Polahi, BKSDA Wilayah II Gorontalo dan Peserta Kegiatan PKM-PM Politeknik Gorontalo

“(Namun) para Suku Polahi untuk bertahan hidup (dengan) menebang pohon (di Hutan Nantu) untuk ditanami jagung. Hal inilah yang menjadi dasar kegiatan PKM-PM Mahasiswa Politeknik Gorontalo kepada Suku Polahi,” sebagaimana dikutip dari rilis yang diterima dulohupa.id pada Kamis (29/7/2021). 

Adapun kegiatan yang dilakukan dalam kegiatan tersebut di antaranya adalah memberikan pemahaman tentang bahaya menebang pohon pada lereng yang miring, mengajak untuk menjaga Hutan Suaka Margasatwa Nantu-Boliyohuto sebagai hutan lindung, mengajarkan cara penanaman Agroforestri dengan sistem terasering, dan mengajarkan penanaman sayuran melalui hidroponik.

Selama kegiatan yang  berlangsung pada 17 hingga 18 Juli 2021 itu, mahasiswa didampingi oleh petugas dari BKSDA Wilayah II Gorontalo, dan juga seorang warga untuk membantu dalam berkomunikasi dengan Suku Polahi.

Kegiatan PKM-PM ini diketuai oleh Muh. Rum Laindi yang berlangsung selama dua hari dengan bantuan dari mahasiswa Politeknik Gorontalo dari tiga program studi.

“Kegiatan ini sangat mendapatkan antusias besar dari BKSDA Wilayah II Gorontalo yang diwakili oleh Bapak Arif selaku kepala resort di Hutan Suaka Margasatwa Nantu-Boliyohuto, beliau menyampaikan bahwa selama ini Suku Polahi memang sangat sulit didekati sehingga untuk memberikan pemahaman tentang larangan menebang pohon secara ilegal tidak pernah tersampaikan dengan baik, karena itu Bapak Arif sangat bangga dan berterima kasih karena Kegiatan PKM-PM ini bisa mendekati Suku Polahi bahkan bisa mengajak mereka untuk ikut terlibat saat melakukan kegiatan Agroforestri,” sebagaimana keterangan dalam rilis. 

Rum Laindi menjelaskan, “alasan ingin melakukan kegiatan ini karena tertarik dengan kehidupan sosial dari Suku Polahi. Saat melakukan kunjungan pertama kali awalnya saya dan tim takut karena kami tidak diterima dengan baik. Suku Polahi tidak ingin bertemu dengan kami tetapi melalui pendekatan terus menerus, akhirnya mereka menerima kami, setelah pertemuan ketigalah kegiatan kami ini mereka terima dan mau untuk bekerja sama. Kegiatan kami akan terus berlanjut Karena akan terus dilakukan monitoring baik dari Tim kami dan juga BKSDA wilayah II Gorontalo”.

Sementara Wakil Direktur  I, bagian akademik Politeknik Gorontalo menjelaskan, bahwa kegiatan ini dari awal “sudah saya dukung sepenuhnya saat pertama kali membaca judul proposal. Pembahasan tentang Suku Polahi masih sangat jarang ditemukan apalagi kegiatan ini hasil akhirnya berupa jurnal terakreditasi menjadikan kualitas kegiatan sangat baik untuk bidang akademik,” tutup dia.

Redaksi