Scroll Untuk Lanjut Membaca
PERISTIWA

Kasus Kepemilikan Batu Hitam Ilegal, 4 WNA China Ditahan Kejari Bone Bolango

387
×

Kasus Kepemilikan Batu Hitam Ilegal, 4 WNA China Ditahan Kejari Bone Bolango

Sebarkan artikel ini
Sidang Batu Hitam
Kasi Pidana Umum Kejari Bone Bolango, Susanto Musa (kiri) saat menggiring tersangka kasus kempemilikian batu hitam ilegal beberapa waktu lalu. (Dok: Dulohupa)

Dulohupa.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bone Bolango resmi menahan 4 Warga Negara Asing (WNA) asal China atas kasus kepemilikan batu hitam ilegal yang berasal dari pertambangan PT Gorontalo Mineral, Selasa (13/9/2022).

Para tersangka tersebut ditahan setelah Kejari Bone Bolango menerima pelimpahan berkas tahap II dari Bareskrim Polri yang menyelidiki kasus tersebut.

Ke empat tersangka masing-masing bernama Huang Dingseng, Chen Jinping, GanHansong dan Gan Chaifeng.

Batu Hitam Ilegal
Para Tersangka kasus pemilikan batu hitam ilegal saat akan digiring ke mobil tahanan Kejaksaan Negeri Bone Bolango. (Foto: Enda/Dulohupa)

Kasi Tindak Pidana Umum (Pidum), Susanto Musa mengungkapkan, ke empat WNA ini ditangkap tim dari Mabes Polri saat operasi tangkap tangan di lokasi pertambangan batu hitam di Desa Tulabolo, Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango pada tanggal Maret 2022 silam.

“Para tersangka ini adalah pengusaha tambang asal China yang berada di Indonesia dan melakukan usaha tambang di Bone Bolango. Artinya mereka membeli batu hitam ini dari para pengumpul, kemedian dikirim secara ielgal ke Jakarta,” ucap Susanto.

Nonton Video Kasus Kepemilikan Batu Hitam Ilegal, 4 WNA China Ditahan Kejari Bone Bolango:

Susanto menuturkan, barangbukti sebanyak 8.256 karung batu hitam beserta timbangan telah diamankan petugas.

Ia menegaskan, para tersangka melanggar pasal 156 UU No 4 tahun 2009 sebagaimana dirubah dengan UU No 3 tahun 2020 tentang penambangan Mineral dan Batu Bara.