Kasus COVID-19 Melonjak, Gorontalo Akan PSBB?

Dulohupa.id- Buntut dari terus melonjaknya kasus COVID-19 di Indonesia, Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) dalam rapat terbatas bersama Menteri dan gubernur Se-Indonesia pada Rabu kemarin (6/1), menyinggung kemungkinan Indonesia menerapkan lockdown. Selain itu, pemerintah juga telah kembali menerapkan sejumlah pembatasan aktivitas di sejumlah provinsi.

Menyikapi itu, Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie dalam kunjungannya ke ruang dingin (cold room) penyimpanan vaksin COVID-19 di Kota Gorontalo pagi tadi, Kamis (7/1) mengungkapkan, bahwa untuk pembatasan aktivitas masyarakat seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) belum dapat dilakukan di Provinsi Gorontalo.

Alasannya, karena PSBB hanya diterapkan di setiap provinsi, kabupaten atau kota yang tingkat kematian di atas rata-rata tingkat kematian nasional, tingkat kesembuhan di bawah rata-rata tingkat kesembuhan nasional, tingkat kasus aktif di atas rata-rata tingkat kasus aktif nasional, dan tingkat keterisian rumah sakit (BOR) untuk ICU dan Isolasi di atas tujuh puluh persen.

“Itu kan ada parameternya, jadi kalau memang peningkatan penularan cukup signifikan, yang meninggal juga banyak, yang sembuh juga sedikit, itu yang menjadi parameter kita. Namun kita lihat evaluasi,” ungkap Rusli Habibie, Kamis (7/1).

Pernyataan Rusli juga sesuai dengan keterangan pers Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang juga Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN), Airlangga Hartarto usai melakukan Rapat Terbatas di Kantor Presiden pada 6 Januari 2021 kemarin

Ia mengungkapkan, bahwa pengaturan kembali pemberlakuan pembatasan tahap awal akan diprioritaskan penerapannya hanya di Ibukota tujuh provinsi di indonesia, yakni Ibukota Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali.

“Seluruh provinsi dimaksud memenuhi salah satu unsur dari empat parameter yang ditetapkan, dan juga mempertimbangkan bahwa sebagian besar peningkatan kasus COVID-19 terjadi di tujuh provinsi tersebut.

Reporter: Afrianto