Banyak Pelanggaran Protkes, Aparat Gabungan Akan ‘Mengeroyok’ Kota Gorontalo

Dulohupa.id- Meski masih berstatus zona merah penyebaran COVID-19, namun tidak membikin pelanggaran protokol kesehatan (protkes) pencegahan COVID-19 di Kota Gorontalo menurun. Justru, akhir-akhir ini meningkat. Resah dengan pelanggaran yang terus terjadi tersebut, Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie bahkan meminta aparat kepolisian dan TNI, untuk ‘mengeroyok’ Kota Gorontalo.

“Kami akan memperketat razia untuk daerah kabupaten kota dan terutama untuk Kota Gorontalo. Tadi pak Kapolda (Gorontalo), Danrem, dan Kajati, sudah menyampaikan kepada saya kita akan ‘keroyok’ Kota (Gorontalo) karena masih banyak yang melanggar protkes,” ungkap Rusli saat meninjau ruang dingin (cold room) penyimpanan vaksin COVID-19 di Kota Gorontalo, Kamis (7/1).

Tindakan mengeroyok Kota Gorontalo yang Rusli maksud adalah dengan memperbanyak penjagaan di setiap tempat-tempat keramaian. Sebab ia sendiri menilai, banyak masyarakat maupun pengusaha yang makin mengabaikan protkes pencegahan penyebaran COVID-19.

Misalnya katanya, banyak toko dan rumah makan yang masih buka di atas jam sembilan malam. Kendati Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo maupun Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo, telah mengeluarkan surat edaran terkait protkes.

“Padahal surat edaran pemerintah provinsi dan Kota Gorontalo sudah jelas, bahwa tidak ada rumah makan yang buka di atas jam sembilan malam dan masyarakat masih belum tahu, dan kurang mengerti terutama protokol kesehatan,” ungkap Rusli dengan nada kecewa.

Meski begitu Rusli meminta, agar Pemkot Gorontalo dan seluruh jajarannya, lebih agresif dalam melakukan pencegahan penularan COVID-19.

“Untuk Pemerintah Kota Gorontalo dan seluruh jajarannya, agar harus lebih aktif lagi sehingga bisa mengendalikan penularan virus corona,” harap Rusli.

Saat ini, berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, per 6 Januari 2021, kasus akumulatif COVID-19 di Kota Gorontalo mencapai 1470. Dari jumlah tersebut, 93 orang yang sedang menjalani perawatan, sementara yang meninggal mencapai 40 orang.

Reporter: Afriyanto