Scroll Untuk Lanjut Membaca
DPRD PohuwatoPERISTIWA

Karena ini, DPRD Pohuwato Berencana Turunkan Target Capaian Angka Kemiskinan

×

Karena ini, DPRD Pohuwato Berencana Turunkan Target Capaian Angka Kemiskinan

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRD Pohuwato, Nasir Giasi/istimewa

Dulohupa.id- DPRD Pohuwato berencana untuk menurunkan target capaian angka kemiskinan dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) Pohuwato. Alasannya, karena angka yang ditargetkan tersebut terhitung tinggi.

Adapun hal itu terungkap dalam rapat membahas RPJMD di kantor DPRD, yang dihadiri oleh beberapa anggota DPRD serta unsur Baperlitbang setempat pada Senin tadi, (31/5). 

Saat dikonfirmasi, Ketua DPRD Pohuwato, Nasir Giasi menyampaikan, bahwa memang angka lima persen sebagai target capaian penurunan angka kemiskinan, adalah angka yang terbilang tinggi. Karena itu, selagi masih dalam tahap pengkajian, pihaknya akan berencana menurunkan angka target tersebut. 

“Ketika dia (RPJMD) menjadi perda (peraturan daerah), itu bukan lagi tanggung jawab bupati dan wakil bupati terpilih, (namun) itu juga akan menjadi tanggung jawab DPR,” ungkap Nasir. 

Padahal menurutnya, “angka 5 persen adalah angka yang berani. (Angka) itu yang masih menjadi perdebatan. Khawatirnya ini kalau tidak tercapai, akan menjadi pukulan balik kepada bupati dan wakil bupati saat ini,” tambah Nasir. 

Karena itu kata Nasir, agar justru tidak menjadi boomerang untuk pimpinan saat ini, maka pihaknya berencana untuk menurunkan angka target tersebut di angka empat persen atau tiga persen. Itupun sambil nanti pihaknya akan menghitung indikator-indikator yang penting. 

Tidak hanya menyinggung soal angka target tersebut, Nasir pun ikut menyinggung soal masalah di bidang kesehatan dan pertanian. Sebab, sejauh ini banyak layanan-layanan di bidang itu yang digratiskan. 

“(Sebetulnya) tugas cukup berat yang paling digaris bawahi adalah meng-clear-kan masalah yang gratis-gratis. Berarti sekali lagi jangan ada perdebatan, termasuk yang disebutkan tadi soal mobil ambulans pengantar jenazah, kemudian pupuk gratis. (Karena) ini masih kita cari formulasi sesuai dengan kebijakan kemampuan keuangan daerah,” tutup Nasir. 

Reporter: Hendrik Gani