Scroll Untuk Lanjut Membaca
banner
PERISTIWA

Karena Ini, BPOM Menutup Gudang Makanan di Kota Gorontalo

×

Karena Ini, BPOM Menutup Gudang Makanan di Kota Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Kepala BPOM Provinsi Gorontalo, Agus Yudi Prayudana (kiri) saat melakukan penutupan gudang

Dulohupa.id- Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Gorontalo menutup satu gudang distributor makanan dan obat di Kota Gorontalo, Jumat (18/12).

Penutupan gudang distributor makanan dan obat itu kata Kepala BPOM Provinsi Gorontalo, Agus Yudi Prayudana, karena kondisinya yang sudah tidak layak sebagai tempat penyimpanan makanan dan obat.

Sebelumnya kata dia, pihaknya sudah beberapa kali melayangan teguran kepada pemilik gudang. Beberapa perbaikan sebetulnya juga telah dilakukan, namun tetap saja tidak maksimal. Sehingga menurutnya, penutupan itu menjadi contoh untuk gudang-gudang dengan fungsi yang sama di Gorontalo, agar memperhatikan kondisi fisik gudangnya.

“Tolong kepada gudang-gudang yang lainnya ini agar tidak mengikuti gudang – gudang yang tidak layak digunakan. Nantinya ada penyegelan seperti ini,” ungkapnya usai menyegel di salah satu gudang, Jumat (18/12) pagi.

Agus pun menegaskan pihaknya akan kembali membuka penyegelan tersebut, bila pihak gudang sudah melakukan perbaikan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ada.

“Untuk itu, kami mengimbau agar kiranya cepat untuk memperbaiki gudang, ketika sudah ada progres untuk perbaikan dan menunjukan bentuk fisiknya kepada kami, maka kita akan membukanya kembali,” tuturnya.

Sementara itu, anggota DPR RI, Idah Syaidah di tempat yang sama mengungkapkan, “Makanan dan obat sebenarnya tidak berhubungan dengan komisi saya. Namun, karena ini juga sudah menjelang natal dan tahun baru, maka ada hubungannya dengan Kementerian Agama. Itu mitra saya di Komisi VIII jadi harus diperhatikan,” jelas Idah.

Lebih lanjut kata Ida, selain kondisi gudang belum sesuai SOP, ia juga melihat kondisi gudang sangat lembab, sehingga hewan seperti tikus dan kucing juga sering berkeliaran. Kemudian juga ada produk-produk rusak, tetapi masih tetap bercampur dengan barang yang masih memenuhi standar.

“Kami datang ke sini, selain mengecek langsung produknya, kami juga mengontrol langsung gudang yang tidak sesuai SOP yang ada,” tuturnya.

Kata Idah, kondisi gudang yang tidak memenuhi standar akan mempengaruhi kualitas produk yang disimpan.

“Apalagi menjelang natal dan tahun baru seperti ini, banyak pasar-pasar yang dibuat, kemungkinan juga ada beberapa distributor atau penjual yang nakal. Ada produk yang rusak, tetapi dengan harga diskon pastinya konsumen nyarinya yang murah tapi mereka tidak melihat Itu adalah produk yang cocok tau tidak cocok,” tutupnya.

Reporter: Fandiyanto Pou