Scroll Untuk Lanjut Membaca
HEADLINELINGKUNGANPEMPROV GORONTALO

Kadis LHK Gorontalo Tekan Polhut Perkuat Awasi Hutan, Hindari Transaksi Ilegal!

×

Kadis LHK Gorontalo Tekan Polhut Perkuat Awasi Hutan, Hindari Transaksi Ilegal!

Sebarkan artikel ini
Polhut Gorontalo
Foto bersama kepala DInas LHK Provinsi Gorontalo, Fayzal Lamakaraka bersama personel Polisi Kehutanan. Foto/Dulohupa

Dulohupa.id – Dinas Lingkungan dan Kehutanan (LHK) Provinsi Gorontalo menggelar rapat koordinasi dengan tenaga polisi kehutanan (Polhut) yang tersebar di setiap Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di Provinsi Gorontalo. Rapat dipimpin langsung kepala dinas LHK Provinsi Gorontalo, Fayzal Lamakaraka, S.STP, MM dan turut dihadiri sekretaris DLHK, Syahbuddin Buata SE, MSi, Kamis (19/6/2025).

Kegiatan digelar di ruang rapat kantor dinas LHK dalam rangka pembinaan Polhut untuk memperkuat pengawasan dan perlindungan hutan di Provinsi Gorontalo.

Saat ditemui Kadis Fayzal menjelaskan bahwa kegiatan ini sebetulnya rutin dilakukan pada awal tahun, tapi terbentur dengan banyaknya kegiatan. Sehingga di penghujung semester 1 tahun 2025 ini, Dinas LHK mengambil kesempatan untuk menggelar rapat koordinasi.

“Pembinaan Polhut bertujuan diantaranya yang pertama saya membangun kembali rasa silaturahim dan kebersamaan yang selama ini kami bangun, karena mengingat seluruh Polhut ini bertugas di Tapak mulai dari ujung barat sampai ujung timur, selatan sampai ujung Utara,” ujar Fayzal.

Pembinaan Polhut
Kepala Dinas LHK Provinsi Gorontalo, Fayzal Lamakaraka saat melakukan pembinaan kepada personel Polisi Kehutanan. Foto/Dulohupa

Inti dari rapat ini, kata Fayzal, memberikan pembinaan dan mengevaluasi kinerja polisi kehutanan di lapangan. Ia mengungkap ada isu-isu lingkungan yang mengemuka dan bersentuhan langsung dengan dinas LHK.

Fayzal menekankan Polhut tetap berkomitmen mengawasi hutan dari kerusakan, serta menghindari persoalan yang timbul di lapangan. Adanya isu transaksional ilegal di lapangan, Polhut diminta menghindari hal tersebut.

“Jadi memang benar kemungkinan besar akan terjadi isu-isu seperti itu namun setelah kita pembuktian di lapangan, saya juga tidak mengatakan bahwa itu tidak benar, saya juga tidak mengatakan itu benar, tapi isu bisa dimainkan oleh kelompok-kelompok tertentu karena persaingan di lapangan itu para pelaku-pelaku PETI yang ada di lapangan itu sudah memiliki kubuh masing-masing,” ungkap Fayzal.

Menurutnya, ada kelompok-kelompok yang memainkan isu kerusakan lingkungan tersebut, sehingga sasarannya dinas LHK Provinsi Gorontalo.

“Artinya ada kubuhnya si A kubuhnya si B merasa bahwa kubuhnya A lebih dominan, sehingga orang-orang si B lebih banyak lari ke situ dan kubuhnya si B lagi sudah merasa tidak punya kemampuan. Nah di balik itu, mereka memanfaatkan kedekatan-kedekatan tertentu dengan kelompok-kelompok tertentu untuk memainkan itu. Sehingga bukan hanya kami yang jadi sasaran untuk isu seperti itu. Makanya tadi saya mengumpulkan mereka untuk melakukan pembinaan termasuk poin itu yang saya tekankan ke mereka,” tegas Kadis Fayzal.

Disamping itu, dinas LHK juga tidak menginginkan ada kegiatan-kegiatan yang bisa mengancam keselamatan Polhut saat bekerja di lapangan, mengingat isu tentang kerusakan lingkungan yang semakin masif sekarang.

“Terus terakhir, saya menitikberatkan mereka bahwa untuk memperbaiki koordinasi di lapangan baik sesama instansi yang ada, baik di lingkup pemerintah provinsi atau di lingkup kabupaten,” tegasnya.

Sementara Sekretaris DLHK Provinsi Gorontalo, Syahbuddin Buata menambahkan, Polhut harus melibatkan kerja sama dengan berbagai pihak, seperti pemerintah daerah, kepolisian, TNI, dan masyarakat. Sinergi ini penting untuk memastikan bahwa upaya pengawasan hutan dapat dilakukan secara efektif dan menyeluruh.

“Dengan upaya-upaya ini, Polhut di Gorontalo berharap dapat menjaga kelestarian hutan dan mencegah kerusakan lingkungan akibat aktivitas ilegal,” pinta Syahbuddin.

Ia mengatakan bahwa di tahun 2025 ini, beberapa kali Polhut melakukan aksi penertiban di beberapa lokasi yang rawan pembalakan liar atau ilegal logging.

“Saya meminta Polhut lebih memperkuat komitmen dan sinergitas menjaga lingkungan dan hutan,” pungkas Syahbuddin.

Reporter: Enda