Scroll Untuk Lanjut Membaca
PERISTIWA

Jelang Tahun Baru, Karyawan Alfamart: Kondom Laku Keras

×

Jelang Tahun Baru, Karyawan Alfamart: Kondom Laku Keras

Sebarkan artikel ini
Kondom yang dipajang di salah satu toko ritel di Kota Gorontalo/FOTO: Yusuf Konoli
Kondom yang dipajang di salah satu toko ritel di Kota Gorontalo/FOTO: Yusuf Konoli

Dulohupa.id- Menjelang perayaan tahun baru penjualan alat kontrasepsi jenis kondom, laku keras. Seorang karyawan toko ritel Alfamart, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo mengakui hal tersebut. Menurutnya, dalam sepuluh hari terakhir, memang banyak yang membeli alat pencegah kehamilan tersebut.

“Mereka pembeli yang paling banyak terlihat muda, dalam usia produktif untuk membeli alat kontrasepsi ini,” ujar Fikran (25), kepada dulohupa.id, Rabu (30/12).

Kata Fikran, jika pada hari-hari biasanya pembeli kondom nyaris tidak ada, namun di sepuluh hari terakhir, apalagi di minggu terakhir Desember 2020, pembeli bisa dua atau tiga orang yang datang.

“Naiknya pembeli mulai dari malam Natal sampai saat ini, dalam sehari yang membeli tidak menentu lebih dari tiga orang dengan berbagai macam merek. Sebelumnya pembeli kondom itu jarang, dalam satu bulan itu hanya satu sampai dua orang,” kata Fikran.

Fikran pun menyebutkan, yang paling banyak laku adalah kondom dengan merek Tisue Super Magic Man. Sementara yang merek Durex Performa tidak terlalu banyak pembeli, sebab harganya jauh lebih tinggi.

“Lebih banyak pembeli kondom dekat-dekat ini yaitu Tisue Super Magic Man dengan isi lima lebih, dibandingkan dengan kondom lainya,” tambahnya.

Senada dengan itu, Meldy Abas, karyawan Indomaret Kelurahan Ipilo, Kota Gorontalo mengungkapkan, bahwa memang pembeli alat kontrasepsi laris manis di toko tempat ia bekerja. Rata-rata pembeli kata dia datang saat tengah malam.

“Banyak pembeli kondom di tempat ini pada saat tengah malam, itupun mereka langsung ambil dan bawa ke kasir untuk bayar. Lalu langsung pergi,” tutur Meldy, Kamis (31/12).

Setiap hari pembeli kondom ada empat hingga lima orang kata Meldy. Pembelinya pun lebih banyak laki-laki.

“Saya kurang tahu kalau kondom ini dipakai untuk apa, yang jelas pembeli hanya orang dewasa diatas 18 tahun, kalau untuk anak-anak di bawah umur kami tidak kasih sama sekali. Mudah-mudahan alat kontrasepsi atau kondom ini dipakai orang-orang yang memiliki hubungan yang sah,” tutup Meldy.

Reporter: Yusuf Konoli