Scroll Untuk Lanjut Membaca
INFO COVID-19NASIONAL

Jadi Relawan COVID-19, Tantangannya tak Bisa Berkumpul

61
×

Jadi Relawan COVID-19, Tantangannya tak Bisa Berkumpul

Sebarkan artikel ini

DULOHUPA.id- Ketua Tim Koordinator Relawan Covid-19 Andre Rahadian, mengungkapkan bahwa tantangan pertama para relawan Covid-19 adalah menghadapi bencana yang tak kasat mata.

Hal itu dikatakannya saat mengisi talkshow “Pemuda-Pemudi Bergerak Melawan Covid-19” yang dipandu oleh Anastasya Putri dari Media Center Satgas Covid-19 Graha BNPB Jakarta pada Rabu (28/10) siang.

Dengan begitu, relawan Covid-19 yang terbentuk sejak awal bulan Maret 2020 ini berbeda dengan relawan pada umumnya. Sebab, relawan Covid-19 ini bergerak dalam menjalankan aksi kemanusiaan tanpa harus berkumpul yang berpotensi menimbulkan kerumunan dan justru dapat menyebarkan penularan wabah coronavirus.

“Mereka ini terbiasa menghadapi bencana alam dengan mendirikan posko, pengumpulan logistik, dan berkumpul. Tapi kali ini, untuk pandemi Covid-19, nggak bisa seperti itu,” papar Andre Rahadian.

Andre menyebutkan Relawan Covid-19 ini harus bergerak bersama tanpa berkumpul. Hal ini yang menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam menyamakan strategi saat aksi di lapangan.

“Kami melakukan pelatihan secara daring dan melakukan koordinasi sebelum bergerak tanpa berkumpul. Dan ini edukasi dari perubahan perilaku di masa pandemi Covid-29,” jelas Andre.

Andre, yang juga Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI), menceritakan sejarah terbentuknya relawan yang dimulai dari para alumni. Hingga saat ini terus berkembang dan bekerjasama dengan organisasi kelompok pemuda dan organisasi masyarakat lainnya yang tersebar di seluruh Indonesia hingga jumlahnya mencapai 32.000 orang.