Scroll Untuk Lanjut Membaca
KESEHATANPEMKAB GORONTALOPEMPROV GORONTALO

Intervensi Serentak Pencegahan Stunting di Gorontalo Dimulai

×

Intervensi Serentak Pencegahan Stunting di Gorontalo Dimulai

Sebarkan artikel ini
Intervensi Stunting
Kick off intervensi serentak pencegahan stunting tingkat Provinsi Gorontalo digelar di Posyandu Sabar Menanti I, Desa Huidu Utara, Limboto Barat. Foto/Diskominfo

Gorontalo – Intervensi serentak pencegahan stunting tingkat Provinsi Gorontalo dimulai yang digelar di Posyandu Sabar Menanti I, Desa Huidu Utara, Limboto Barat, Senin (3/6/2024). Posyandu ini dipilih karena prestasinya di tingkat nasional dengan berbagai layanan kesehatan unggulan.

Acara tersebut dihadiri oleh Pj. Gubernur Gorontalo Rudy Salahuddin, Bupati Gorontalo Prof. Nelson Pomalingo, Ketua TP-PKK Kabupaten Gorontalo Prof. Fory Naway, serta sejumlah pejabat dan tamu undangan lainnya.

Pada kesempatan itu, Bupati Nelson melaporkan hasil Survey Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, dimana data prevalensi stunting Kabupaten Gorontalo mengalami kenaikan menjadi 34.7%, sebelumnya adalah 30.8%.

“Ini menunjukkan bahwa kerja keras dari kita semua dibutuhkan guna pencapaian sesuai target yang sudah kita tetapkan,” ujarnya.

Disisi lain, menjadi tuhan rumah kick off pencegahan stunting, Bupati Nelson tampaknya bakal meningkatkan kunjungan ke seluruh desa di Kabupaten Gorontalo. Ia akan meninjau penanganan kesehatan demi menciptakan sumber daya manusia yang tangguh dan produktif.

Terhadap penanganan masalah stunting, Kementerian Dalam Negeri menekankan daerah melaksanakan kegiatan meliputi; pendataan, penimbangan, pengukuran, edukasi, dan intervensi bagi ibu hamil, balita, dan calon pengantin pada Juni 2024. Karenanya Bupati Nelson menyebutkan bahwa Kabupaten Gorontalo telah membuat rencana aksi untuk pencegahan stunting 2024 dan memperbaiki layanan di 433 posyandu.

Sementara itu, Pj. Gubernur Rudy menekankan pentingnya pencegahan stunting dari hulu, mulai dari calon pengantin dan ibu hamil. Rudy juga berharap adanya pendampingan melekat dari tenaga kesehatan.

Tak hanya itu, pemberian makanan berbasis pangan lokal serta monitoring dan evaluasi hasil intervensi harus dilakukan.

Pj. Gubernur menekankan, dengan komitmen dan upaya bersama ini, diharapkan pencegahan stunting di Provinsi Gorontalo dapat berjalan efektif dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Menilik eksistensi Posyandu Sabar Menanti I Desa Huidu Utara sehingga menjadi lokasi kick off pencegahan stunting, Posyandu ini tampaknya telah menyediakan berbagai layanan bagi warga setempat, seperti, layanan kesehatan bagi para remaja, pelayanan ibu hamil, pelayanan bayi balita, layanan KIA Produktif, Iva Test, pelayanan kepada lansia, dan donor darah.

Dulohupa/Diskominfo