“Ada 500 kader di 50 kelurahan saya minta ditingkatkan 20 persen dari insentif sebelumnya Rp500 ribu, dan harus dibayarkan perbulan,” Ungkapnya.
Disinggung berapa angka kenaikkan insentif para kader kelurahan? Marten menjawab, akan dibahas pihaknya lebih lanjut. Hanya saja, ia memastikan insentifnya tahun depan akan naik.
“Tahun depan itu, keuangan kita sudah tak terbebani seperti pada tahun ini, karena harus menggelontorkan dana hibah Pilkada. Sehingga, kita akan menaikkan insentif mereka,” jelas Marten.
Sementara itu, Fatma Samsul, salah kader kelurahan Limba U1 menyampaikan ucapan terima kasih atas rencana kenaikkan insentif tersebut.
“Alhamdulillah. Tentunya saya sangat bersyukur,” ucap Fatma ketika diwawancarai via telepon seluler, Jumat (23/2/2024).
Fatma juga mengungkapkan, awal dirinya menjadi kader kelurahan tidak mendapatkan upah. Pun begitu, dirinya tetap melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Seiring berjalannya waktu, kenang Fatma, dirinya mulai mendapatkan insentif dari Pemerintah Kota Gorontalo.
“Awalnya tidak ada insentif untuk kader Kelurahan. Tapi, setelah di era Pak Marten, kami mulai menikmati. Dari Rp 150.000 perbulan, kemudian naik lagi menjadi Rp.250.000 dan terakhir naik jadi Rp. 500.000 perbulan,” beber Fatma.











