Untuk Indonesia

Ini Kronologi Lengkap Tragedi Desa Lomuli

Dulohupa.id- Polisi akhirnya menguak sejumlah fakta baru dibalik tragedi berdarah di Desa Lomuli, Kecamatan Lemito, Kabupaten Pohuwato, Kamis (12/5) dini hari. Awal mula aksi pembacokan yang berujung tewasnya Usman Halusi alias Utun (27) itu terbilang sepeleh. Penyebabnya hanya karena Utun (Korban) yang ingin melihat dan memegang badik (Pisau) yang memang kerap kali dibawa oleh RI (Pelaku).

Menurut keterangan pelaku dan sejumlah saksi yang diperiksa polisi. Sebelumnya terjadi tragedi itu, Pelaku dan korban serta enam rekan mereka melakukan pesta miras (Minuman Keras) sejak pukul 02.00 Wita. Akibatnya, kondisi para pemuda ini diduga sudah dalam keadaan mabuk hingga membuat suasana mulai tidak kondusif.

Baca Juga:  Presiden Jokowi Kesal Anggaran Negara Banyak Dipakai Beli Produk Impor

Puncaknya terjadi sekira pukul 04.00 wita. Korban saat itu mengetahui pelaku ternyata membawa senjata tajam jenis badik. Korban kemudian meminta pelaku untuk memperlihatkan badik. Oleh pelaku permintaan korban tidak ia tanggapi. Korban kemudian memaksa pelaku untuk melihat badik tersebut, sehingga membuat keduanya terlibat aksi tarik-menarik. Akibatnya, jari pelaku kemudian teriris badik miliknya sendiri.

Sontak suasanapun memanas. Pelaku yang marah karena jari tangannya teriris langsung mengejar pelaku. Tanpa ampun, pelaku kemudian membacok korban di sejumlah bagian tubuhnya. Korban akhirnya roboh setelah bacokan badik milik pelaku mengenai lengannya hingga hampir putus.

Usai melakukan aksinya, pelaku kemudian langsung meninggalkan lokasi kejadian dan korban yang saat itu langsung tewas di tempat.

Baca Juga:  Pencarian Bocah Hilang di Sungai Bulango Terus Diperluas Hingga Radius 5 Kilometer

Menurut keterangan pelaku kepada pihak kepolisia. Pelaku sendiri mengaku tidak punya niat ataupun dendam kepada korban. Bahkan kepada pihak kepolisian, Pelaku mengaku badik yang digunakannya untuk menghabisi korban memang kerap kali dibawanya.

“Mereka baik-baik saja, pelaku sendiri mengaku tidak ada niatan untuk membunuh korban,” ungkap KBO Reskrim Polres Pohuwato, IPDA Yobtan Robert Frans.

IPDA Yobtan juga mengungkapkan, saat ini pelaku sudah berada di Polres Pohuwato untuk menjalani proses hukum selanjutnya. Pelaku terancam pasal 338 KUHP dengan ancaman pidana 15 tahun penjara.

 

 

Reporter: Hendrik Gani

Comments are closed.