Scroll Untuk Lanjut Membaca
KESEHATAN

IDAI Gorontalo Angkat Bicara Soal Kasus Gagal Ginjal pada Anak

×

IDAI Gorontalo Angkat Bicara Soal Kasus Gagal Ginjal pada Anak

Sebarkan artikel ini
Kasus gagal Ginjal

Dulohupa.id – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Gorontalo angkat bicara terkait dengan adanya kasus gagal ginjal akut pada anak dan kini telah menjadi perhatian oleh Kementerian Kesehatan RI.

dr Asyraf Djamaludin selaku Ketua Bidang Pengabdian dan Humas Ikatan Dokter Anak Indonesia Cabang Gorontalo menyampaikan Gangguan ginjal akut Progresif atipikal saat ini kasusnya makin meningkat, penyebabnya hingga saat ini masih dalam investigasi.

Penyakit ini juga kata dr Asyraf, dapat menyerang anak-anak usia 6 bulan-18 tahun dan terbanyak anak pada usia kurang dari 6 tahun. Gejala awalnya, anak bisa demam, batuk, pilek, muntah atau diare. Berlanjut dengan berkurangnya kencing atau sama sekali tidak ada kencing.

“Orang tua dan nakes diharapkan mewaspadai jika ada gejala seperti ini. Jika ada, diharapkan segera dibawa ke Fasilitas kesehatan terdekat,” ujar dr Asyraf Djamaludin saat dikonfirmasi, Kamis (20/10/2022).

Selain itu lanjut kata dr Asyraf Djamaludin pihaknya terus berkoordinasi dengan IDAI pusat, Kemenkes, dan semua pihak terkait. Mengedukasi se bisa mungkin ke masyarakat tentang kewaspadaan penyakit ini, baik secara langsung dan melalui sosial media.

Namun ditanyakan terkait dengan penyebab gagal ginjal akut pada anak ini mereka IDAI cabang Gorontalo belum bisa memastikan secara langsung. Karena hal ini masih dalam proses penyelidikan oleh beberapa instansi terkait.

“Tidak Mampu saya menduga-duga. Ada banyak kemungkinan penyebab yang sampai sekarang masih dicaritahu. Ada dugaan kontaminasi obat sirup, dugaan penyebab infeksi virus (Hubungan dengan Covid-19) atau infeksi bakteri. Dan semuanya ini masih sementara diselidiki,” terang dr Asyraf Djamaludin

Diketahui, kasus gagal ginjal akut pada anak khususnya untuk wilayah Gorontalo sendiri berdasarkan laporan dari IDAI belum ada kasus tersebut. Namun kepada masyarakat diimbau untuk bisa mengenali apa tanda dan gejala penyakit ini tentunya kata mereka ini jangan sampai membuat masyarakat panik.

Reporter: Herman Abdullah