Scroll Untuk Lanjut Membaca
banner
BONE BOLANGOEKONOMIHEADLINE

Harga Beli Jagung Rendah Dikeluhkan Petani di Bone Bolango

×

Harga Beli Jagung Rendah Dikeluhkan Petani di Bone Bolango

Sebarkan artikel ini
Harga Jagung
Jagung yang siap dipanen di Suwawa Kabupaten Bone Bolango. Foto/Dulohupa

Dulohupa.id – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) telah melaksanakan panen raya jagung serentak kuartal II di seluruh wilayah Indonesia pada Kamis (05/06/2025) pagi. Tak terkecuali Provinsi Gorontalo yang difokuskan di Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango.

Meski begitu, perhatian tertuju pada petani jagung yang mengatakan bahwa permasalahan yang saat ini dihadapi para petani ialah harga yang mulai turun.

“Masalah sekarang itu harga, biasanya itu sebelum panen raya harganya itu tinggi, setelah kita panen raya agak menurun,” ujar petani jagung, Syahrain Hipi kepada Dulohupa pada Kamis (05/06/2025).

“Saya pernah bulan lalu panen harga Rp 4.700 perkilo, sekarang mungkin sisa Rp 4.000 harga sekarang,” lanjutnya.

Bukan tanpa alasan, turunnya harga jagung di penampung salah satunya disebabkan wilayah lain telah lebih dulu panen raya dibandingkan di wilayah Bone Bolango.

“Karena bagian Boalemo, Pohuwato kan sudah panen, nah harga turun (di Bone Bolango),” ucapnya.

Sementara itu, Kapolres Bone Bolango AKBP Supriantoro usai melaksanakan panen raya jagung membenarkan bahwa salah satu persoalan yang ada yaitu terkait harga beli.

“Kalau rata-rata dari petani itu mengeluhkan tentang penjualan,” ujar AKBP Supriantoro.

“Kemarin dari pihak Bulog mensyaratkan kadar airnya 14 persen yang diterima (Bulog),” sambungnya.

Menurut Kapolres, sebenarnya harga yang ditawarkan pihak Bulog ke petani cukup bagus, namun karena cuaca yang tak menentu, ditambah petani belum memiliki alat ukur kadar air, sehingga kualitas jagung cukup tinggi kadar airnya.

“Sehingga terpaksa (petani) menjual di luar Bulog, padahal Bulog harganya sudah baguslah,” tutupnya.

Reporter: Yayan