Dulohupa.id – Anggota DPRD Kota Gorontalo Tien Suhari Mobiliu, berikan tanggapannya terkait aspirasi masyarakat yang pada tahun ini jauh dari harapannya.
Tien saat ditemui usai menghadiri rapat pembahasan e-Pokir di Kantor DPRD Kota Gorontalo mengungkapkan bahwa hanya sebagian kecil aspirasi masyarakat yang dimasukan ke Pokok Pikiran (Pokir).
“Dari keseluruhan aspirasi yang kami masukan ke e-Pokir hanya sebagian kecil yang tercover. Total hanya enam aspirasi dari 25 aspirasi oleh 25 anggota DPRD Kota Gorontalo,” ujar Tien kepada Dulohupa.id.
Angka ini terbilang rendah dan dianggap jauh dari harapan khususnya di lembaga legislatif. Tien menjelaskan bahwa hal ini dipengaruhi oleh adanya perbedaan pengelolaan anggaran dengan tahun sebelumya. Salah satunya yaitu sistem pengelolaan anggaran yang pada tahun ini sudah menggunakan Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD).
“Tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, salah satunya yaitu pengelolaan anggaran yang pada tahun ini sudah bersifat SIPD” ungkap Aleg yang merupakan anggota komisi A DPRD Kota Gorontalo.
Lebih lanjut Tien menerangkan bahwa pada tahun ini segala bentuk program harus berjenjang dan melalui tahapan Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) yang pada tahun sebelumnya meskipun tidak melalui RKPD bisa langsung diusulkan ke Banggar.
“Pada tahun sebelumnya, meskipun tidak melalui RKPD, ketika itu dinilai urgent maka tidak masalah langsung diusulkan ke Banggar. Tahun ini berbeda, segala sesuatu sifatnya berjenjang,” tutur Tien.
Tien menjelaskan bahwa seharusya hal tersebut sudah berjenjang dan harus masuk dari pembahasan program awal di bulan februari maret melalui Rencana Kerja (Renja) atau Renstra (Rencana Strategis).
Kedepan Tien berharap akan ada perubahan atau revisi RKPD pada bulan Maret mendatang, dimana akan ada lebih banyak aspirasi masyarakt yang bisa direalisasikan.(adv)











