Dulohupa.id – Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mengatakan akan evaluasi penerima bantuan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hal itu disampaikannya dalam Rapat Paripurna ke-29 dalam rangka pembicaraan tingkat 1 terhadap RPJMD Provinsi Gorontalo tahun 2025-2029, Selasa, (8/7/2025).
Gusnar mengaku kendala saat ini pemerintah belum bisa memetahkan UMKM yang benar-benar dikembangkan. UMKM belum termonitor dengan baik karena bantuan yang sudah diberikan tidak diketahui lagi. Kedepan pemerintah akan buat startegi agar bantuan UMKM ini dapat terlaksana dengan berkelanjutan.
“UMKM ini salah satu perhatian kami untuk mengisi aspek di luar pertanian dan kelautan. Kalau kita monitor atau dipantau dengan baik, UMKM bisa dikembangkan,” ujar Gusnar.
Gusnar mengatakan akan membagi klaster UMKM pemula, menengah dan klaster yang Mapan.
“Ini untuk arah membangun perekonomian kedepan. Selama 4 bulan sejak dilantik, belum ada pengembangan yang signifikan,” ungkapnya.
Selain UMKM, pertanian dan kelautan ini menjadi aspek perhatian khusus pemerintah Provinsi yang diharapkan bisa didalami dan bisa diberi masuken oleh para anggota DPRD. Kemudian Infrastruktur dengan Inpres jalan desa akan terfokus ke desa-desa yang berpotensi dalam ketahanan pangan.
“Kita bersyukur tidak pemisahan kewenangan disitu, tidak ada lagi jalan yang disebut dengan jalan Kabupaten dan Provinsi. Semuanya merupakan jalan daerah, tinggal memang pesan dari Menteri PU harus terkoordinasi karena menyangkut perpektif tataruang sebuah provinsi.
Kemudian disamping jalan ini, masyarakat Gorontalo masih perlu memerlukan listrik. Gusnar telah berkoordinasi dengan anggota DPR RI, Rusli Habibie agar terus diperjuangan bagi masyrakat yang belum menikmati listrik di wilayah terpencil.
“Insya Alllah kami perjuangkan dan listrik ini menjadi kebutuhan utama masyarakat,” ujar Gusnar.
Reporter: Enda











