Scroll Untuk Lanjut Membaca
KESEHATANPERISTIWA

Gorontalo Darurat Limbah Medis, Mapala Reksa Wana Desak Pemerintah Adakan Alat Pengolah

150
×

Gorontalo Darurat Limbah Medis, Mapala Reksa Wana Desak Pemerintah Adakan Alat Pengolah

Sebarkan artikel ini
Darurat Limbah Medis
Mapala Reksa Wana FH UNG Berkolaborasi dengan Ruang Anak Muda, Gelar Dialog Interaktif terkait darurat limbah medis. (Foto: istimewa)

Dulohupa.id – Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Reksa Wana, Fakultas Hukum Universitas Negeri Gorontalo (UNG), mendesak pemerintah Provinsi Gorontalo segera mengadakan alat pengolah limbah medis.

Hal itu terungkap saat dialog Interaktif dengan topik: “Urgensi Pengadaan Alat Pengolahan Limbah Medis di Gorontalo” bertempat di ruang Video Converence (Lantai 2, Gedung Pancasila Fakultas Hukum Universitas Negeri Gorontalo), Senin, 18/07/22.

Dialog yang menghadirkan 4 narasumber yakni: Shintia Rivai, SKM M.Si (Seksi kesehatan lingkungan, kesehatan kerja dan olahraga Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo), Dr. Bobi m. Opo, M.Kes (Waka Pelayanan RSUD Prof. Dr. Aloeo Saboe), Nasruddin, S.Km., M.Si (Kabid Penataan dan Pengkajian DLHK Provinsi Gorontalo) dan M. Hidayat Muchtar, S.H., M.H ( Dosen Fakultas Hukum UNG) berjalan lancar dengan dipandu langsung oleh Jufrianto Ahmad sebagai Moderator.

Limbah medis sangat berbahaya apabila tidak diolah berdasarkan prosedur yang tepat. Penanganan Wabah Pandemik covid-19 tanpa secara tidak langsung telah menambah buruknya kondisi darurat limbah medis di Indonesia. Hal ini juga disebabkan oleh faktor minimnya ketersediaan alat pengolah limbah medis di Indonesia.

Keterbatasan alat pengolah limbah medis mengharuskan pihak rumah sakit untuk menggunakan jasa pihak ketiga yang tentunya ditempuh dengan biaya yang tidak sedikit. Tercatat hanya 4% dari 3000 RS di Indonesia yang telah memiliki alat pengolah limbah medis. Provinsi Gorontalo sampai dengan saat ini belum memiliki alat tersebut.