Dulohupa.id – Bupati Boalemo Rum Pagau meluapkan kemarahannya usai mendapati kondisi bangunan SMP Negeri 3 Mananggu yang baru digunakan kurang dari dua tahun namun sudah mengalami kerusakan parah.
Bangunan sekolah yang seharusnya menjadi tempat aman bagi siswa justru berubah menjadi ancaman. Plafon runtuh dan nyaris menimpa siswa serta guru yang tengah mengikuti proses belajar mengajar, memicu kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kualitas pembangunan gedung tersebut.
Kegeraman Bupati Rum Pagau mencuat saat meninjau langsung tiga lokal bangunan laboratorium komputer, laboratorium IPA, dan ruang perpustakaan yang dibangun dengan anggaran lebih dari Rp1 miliar. Proyek yang dikerjakan sejak Agustus 2023 dan diresmikan pada 2024 itu bahkan diakui kepala sekolah, khususnya ruang laboratorium komputer, belum pernah dimanfaatkan hingga kini.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati menemukan plafon rusak, struktur bangunan tidak layak, serta kualitas pengerjaan yang dinilai jauh dari standar.
“Ini sangat berbahaya. Plafon bisa jatuh kapan saja dan hampir menimpa siswa serta guru. Bangunan ini baru, belum dua tahun dipakai, tapi kondisinya sudah seperti ini. Ini tidak bisa ditolerir,” tegas Rum Pagau, Senin (05/01/2026).
Tak hanya bangunan, Bupati juga menyoroti kualitas mobiler sekolah yang dinilai tidak sesuai spesifikasi dan tidak menunjang proses pembelajaran. Menurutnya, fasilitas pendidikan harus dibangun dengan standar tinggi demi kenyamanan dan keselamatan peserta didik.
Sebagai tindak lanjut, Rum Pagau langsung memerintahkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boalemo untuk memanggil kontraktor pelaksana proyek. Ia menegaskan kontraktor wajib bertanggung jawab penuh atas kerusakan tersebut.
Reporter: Mat











