Untuk Indonesia

FKH Kecam Oknum yang Menguliti Pohon di Depan Kantor Kemenag

Dulohupa.id- Forum Komunitas Hijau (FKH) Kota Gorontalo, mengecam tindakan oknum yang menguliti pohon di depan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo, di Jalan Sipatana, Kota Gorontalo. 

Pantauan dulohupa.id, tampak delapan pohon berdiameter rata-rata 30 cm tersebut, dikuliti batang pohonnya. Teknik itu sendiri merupakan teknik girding, yakni cara membunuh pohon dengan mengganggu aliran getah antara akar dan mahkota pohon. Meski terbilang lama prosesnya, namun teknik untuk membunuh pohon secara perlahan ini dinilai ampuh.

Padahal, Pemerintah Kota Gorontalo sendiri telah berkomitmen untuk melestarikan ruang-ruang hijau di wilayah tersebut. Misalnya saja pada Hari Lingkungan Hidup, Wali Kota Gorontalo, Marten Taha melakukan penanaman pohon di sepanjang jalan Sudirman. 

Karena itu, FKH sebagai organisasi non-pemerintah, merasa bahwa tindakan tersebut bertentangan dengan komitmen Pemerintah Kota Gorontalo. 

Sri Sutani Arifin, salah satu anggota FKH saat dihubungi mengatakan, bahwa secara tegas pihaknya mengecam tindakan instansi pemerintah tersebut. Tindakan yang dilakukan secara sepihak tanpa berkoordinasi dengan instansi terkait itu, sangat melecehkan aksi-aksi perlindungan ruang hijau yang selama ini digaungkan oleh pemerintah kota. 

“Kondisi di lapangan pohonnya sudah dalam keadaan dikuliti. Jangan mengambil tindakan sendiri. Kalo merasa ada masalah dengan pohon tersebut, langsung dikomunikasikan dengan pihak DLH, karena yang mengerti regulasi tersebut adalah DLH,” tegas Sri, Kamis (8/7). 

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Walid M Ali, Kepala Bidang Pertamanan dan Konservasi Sumber Daya Alam, DLH Kota Gorontalo mengungkapkan, bahwa memang pihaknya menerima surat permohonan penebangan pohon-pohon tersebut dari pihak Kemenag Provinsi Gorontalo.

Namun, ketika dimintai pendapatnya soal penebangan pohon tersebut, Wali Kota Gorontalo, Marten Taha secara tegas, menolak permohonan itu. 

“Surat permohonan penebangan pohon dari Kementerian Agama Provinsi Gorontalo sudah masuk ke kami, dan sudah didisposisi ke Pak wali kota. Hanya saja pak wali kota menegaskan untuk melarang adanya penebangan pohon,” jelas Walid. 

Ia pun lantas mencari solusi selain menyingkirkan pohon-pohon tersebut. Tak disangka, rupanya oknum di Kemenag Provinsi Gorontalo, justru menempuh cara-cara untuk membunuh pohon tersebut secara perlahan. 

“Kami masih mencarikan solusi untuk situasi ini. Namun yang disayangkan sudah ada tindakan ilegal yang tanpa seizin kami,” ungkap Walid. 

“Kami akan menindaklanjuti kasus ini sesuai peraturan yang diatur dalam Perda Nomor 7 Tahun 2014 tentang izin penebangan pohon.” tegas dia.

Kata Walid, jika aksi-aksi membunuh pohon semacam ini tidak ditindaklanjuti, maka dikhawatirkan akan diikuti oleh instansi lainnya. 

*Redaksi Dulohupa.id sudah mencoba mengonfirmasi kasus ini kepada pihak Kanwil Kemenag Provinsi Gorontalo, namun tidak berhasil menemui pihak yang bertanggungjawab. 
Reporter: Reinaldi Julfikar

Comments are closed.