Dulohupa.id – Anggota DPRD Kota Gorontalo, Herianto Thalib mengatakan festival tradisi Me’eraji ke-6 yang kembali digagasnya bersama Yayasan Hunto Sultan Amai Gorontalo, semata-mata untuk melestarikan tradisi keagaamaan Islam di Provinsi Gorontalo itu agar tetap terjaga.
“Festival ini pertama kali kita gelar pada tahun 2008 silam, dan ini merupakan kali ke enam kita laksanakan. Tujuannya agar minat baca dan mengenal sejarah para generasi muda bisa meningkat,” ungkap Herianto saat ditemui usai menghadiri Festival Me’raji di Masjid Hunto, Kelurahan Biawu, Kota Gorontalo, Kamis (3/3/22).
Menurutnya, saat pertama kali digelar, fastival ini kurang diminati khususnya para pemuda. Sehingga festival Me’raji ini sempat tidak dilaksanakan beberapa tahun.
“Pertama kali festival ini kami laksanakan itu kurang peminatnya. Ada namun kebanyakan hanya dari kalangan orang tua, sementara target kami itu ada pada anak mudanya agar budaya ini dapat dilestarikan,” ujarnya.
Festival Me’raji sendiri dilaksanakan pada tahun 2008,2009, dan 2011. Festival Me’raji kembali digelar pada enam tahun berikutnya yaitu pada tahun 2017 dan kembali terhenti selama tiga tahun berikutnya.
Pada tahun 2021 festival Me’raji kembali dihidupkan hingga pada Tahun ini sudah masuk pada gelaran yang ke-6 selama pelaksanaannya.
Penyebab dari pelaksanaan festival ini tidak digelar yaitu kurangnya minat pembaca dan kecenderungan para pemuda yang justru tertarik dengan budaya modern.
Terakhir Herianto berharap festival Me’raji akan terus digelar dan menarik banyak peminat sehingga budaya yang diwariskan oleh leluhur tetap bisa dinikmati sepanjang masa.
Reporter: Reinaldi Julfirman











