Scroll Untuk Lanjut Membaca
HEADLINEKAB. GORONTALOPERISTIWA

Ekshumasi Jasad Maba IAIN, Polisi Temukan Gumpalan Darah di Kepala

×

Ekshumasi Jasad Maba IAIN, Polisi Temukan Gumpalan Darah di Kepala

Sebarkan artikel ini
Ekshumasi Maba IAIN
Suasana pelaksanaan ekshumasi jasad maba IAIN Sultan Amai Gorontalo di Desa Diloniyohu, Kecamatan Boliyohuto, Kabupaten Gorontalo. Foto: Kris/Dulohupa

Dulohupa.id – Kepolisian Resor (Polres) Bone Bolango terpaksa membongkar makam Hasan Saputra (19), seorang mahasiswa baru Jurusan Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syariah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo.

Pembongkaran makam atau Ekshumasi jasad korban dilakukan di pekuburan keluarga di Desa Diloniyohu, Kecamatan Boliyohuto, Kabupaten Gorontalo, Kamis (09/11/2023) pagi.

Makam dibongkar untuk mencari penyebab pasti kematian korban yang sebelumnya tewas saat mengikutan pengkaderan jurusan pada 1 oktober 2023 lalu.

Kapolres Bone Bolango, AKBP Muhammad Alli mengungkapkan bahwa ekshumasi dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apa sebenarnya yang terjadi terhadap korban, apakah benar meninggal karena sakit atau dikarenakan ada hal lain yang mengakibatkan korban meninggal. Sehingga hasil pelaksanaan ekshumasi kemudian akan menjadi bukti ilmiah untuk mengungkap kasus tersebut.

“Nanti hasilnya akan dibawah ke Marisa untuk dilakukan pemeriksaan dan menunggu hasil perkembangannya. Setelah itu kita akan melakukan pemeriksaan ulang terhadap para panitia yang kemudian akan kita lakukan penetapan tersangka,” Ungkap Kapolres Bone Bolango, AKBP Muhammad Alli, Kamis (09/11/2023).

AKBP Muhammad Alli juga mengungkapkan bahwa pemeriksaan dilakukan pada bagian kepala dan menemukan adanya gumpalan darah. Selain itu, tim forensik juga memeriksa cairan pada bagian lambung dan hati yang selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Disamping itu, Kasat Reskrim Polres Bone Bolango, AKP Muhamad Ariyanto mengatakan bahwa gumpalan darah yang ditemukan di kepala korban berada pada bagian jidat. Dirinya mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan forensik, gumpalan tersebut diakibatkan adanya benturan dibagian belakang kepala sehingga terjadi pendarahan dibagian jidat.

“Sesuai dengan hasil pra rekonstruksi kemarin, kita temukan bahwa korban memang sempat terjatuh dan menghantam bagian belakang kepala dan itu sudah dijelaskan oleh para saksi. Sehingga untuk dugaaan awal penyebab kematian korban ini akibat pendarahan di kepala. Tapi penyebab dia sampai terjatuh itu yang akan kita dalami, apakah karena sakit atau ada penyebab lain,”Jelas Kasat Reskrim Polres Bone Bolango, AKP Muhamad Ariyanto.

Sementara dari hasil pemeriksaan forensik, tidak ditemukan tanda-tanda tindak kekerasan dibagian tubuh korban. Hal itu pun selaras dengan keterangan dokter rumah sakit Aloe Saboe Kota Gorontalo yang pertama kali menagani korban.

Disisi lain, pihak keluarga berharap agar pihak kepolisian dapat dengan segera mengungkap dan mengambil langkah hukum baik penangkapan maupun penetapan tersangka kepada pihak yang harus bertanggungjawab terhadap kematian korban.

Pihak keluarga juga sangat menyayangkan pihak kampus yang sejauh ini tidak mampu menjalin komunikasi yang baik dengan pihak keluarga terkait persoalan tersebut.

Sebelumnya Hasan Saputra mengikuti kegiatan pengkaderan jurusan di Desa Lompoto’o, Kecamatan Suwawa Tengah, Kabupaten Bone Bolango pada Kamis 28 September 2023 lalu.

Saat mengikuti di hari terakhir pengkaderan, korban kemudian pingsan dan dilarikan ke rumah sakit Aloei Saboe Kota Gorontalo. Sayangnya, korban dinyatakan meninggal dunia pada minggu 1 oktober 2023//

Dalam kasus ini, Polres Bone Bolango sudah memeriksa 78 orang saksi. Polisi juga belum menetapkan tersangka.

Reporter: Kris