Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

Dukung Program Bantuan Subsidi Upah, Perusahaan Diminta Proaktif Kumpulkan Rekening Peserta

Dulohupa.id – Peserta BPJAMSOSTEK yang masih aktif, dengan upah di bawah 5 juta rupiah perbulan, yang dilaporkan dan tercatat pada BPJAMSOSTEK, akan mendapatkan Bantuan Subsidi Upah dari Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan.

Direktur Utama BPJAMSOSTEK Agus Susanto menjelaskan, pemerintah saat ini sedang melakukan finalisasi skema, mekanisme dan kriteria penerima program Bantuan Subsidi Upah tersebut dengan menggunakan data awal dari BPJAMSOSTEK, dan lembaga negara lainnya sebagai dasarnya. BPJAMSOSTEK menyatakan kesiapannya dalam mendukung program Bantuan Subsidi Upah ini.

“Data yang disampaikan BPJAMSOSTEK kepada pemerintah merupakan data peserta aktif kategori Pekerja Penerima Upah atau Pekerja Formal dengan upah di bawah 5 juta rupiah berdasarkan upah pekerja yang dilaporkan oleh pemberi kerja dan tercatat pada BPJAMSOSTEK. Tidak termasuk di dalamnya peserta yang bekerja sebagai pegawai di BUMN, Lembaga Negara dan Instansi Pemerintah, terkecuali Non-ASN” tegasnya.

Saat ini, tambah Agus, BPJAMSOSTEK juga sedang dalam proses mengumpulkan nomor rekening peserta yang memenuhi kriteria dimaksud, melalui kantor cabang di seluruh Indonesia. Pemerintah juga akan melakukan validasi ulang terkait data yang disampaikan oleh BPJAMSOSTEK untuk memastikan bantuan ini tepat sasaran. Hal ini dilakukan karena sumber dana Bantuan Subsidi Upah ini berasal dari alokasi anggaran dari Pemerintah.

“Penerima Program Subsidi Upah ini sedikitnya berjumlah 15,7 juta pekerja yang merupakan peserta aktif BPJAMSOSTEK di seluruh Indonesia. Dalam dua hari ini kami telah berhasil mengumpulkan sekitar 3,5 juta rekening peserta dan akan terus meningkat,” tambah Agus.

Dirinya berharap pemberi kerja atau perusahaan dapat ikut proaktif membantu menginformasikan nomor rekening peserta tersebut, sesuai kriteria yang ditetapkan oleh pemerintah guna mempercepat proses pengumpulan informasi sekaligus memperbaharui data peserta.

“Bantuan Subsidi Upah ini merupakan nilai tambah bagi pekerja yang terdaftar sebagai peserta aktif BPJAMSOSTEK, selain mendapatkan perlindungan dari risiko kerja dalam bentuk Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kematian (JKm), dan Jaminan Pensiun (JP),” tandasnya.

Agus menambahkan, BPJAMSOSTEK juga mengimbau perusahaan yang belum tertib dalam pembayaran iuran, segera memenuhi kewajiban sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kami menghimbau agar perusahaan melakukan validasi tenaga kerja dengan upah di bawah 5 juta rupiah yang terdaftar di BPJAMSOSTEK dan melaporkan nomor rekening mereka melalui aplikasi yang disiapkan oleh BPJAMSOSTEK, sehingga pemberian Bantuan Subsidi Upah ini segera bisa disalurkan”, tegas Agus.

Diketahui, pemerintah telah menganggarkan 37,74 triliun rupiah untuk program subsidi pekerja terdampak COVID-19. Untuk nominal yang akan diterima nantinya ditentukan sejumlah 600 ribu rupiah perbulan per orang selama 4 bulan atau per orang akan mendapatkan Rp2,4 juta. Adapun skema pencairan atau transfer dana dilakukan 2 bulan sekaligus sebanyak 2 kali.

“Pemerintah berharap program ini dapat mempercepat proses pemulihan ekonomi dan menjaga agar Indonesia dapat terhindar dari resesi ekonomi,” pungkasnya. (*)

Sementara itu, dalam wawancara bersama Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gorontalo, Teguh Setiawan menegaskan “Pemberian Bantuan Subsidi Upah (BSU) berupa pemberian uang tunai sebesar 600 ribu rupiah oleh pemerintah kepada peserta BPJamsostek yang memenuhi persyaratan patut mendapat apresiasi. Persyaratan dimaksud antara lain bahwa pekerja tersebut terdaftar aktif menjadi peserta BPJamsostek dengan upah dilaporkan maksimal 5 juta rupiah”.

“Oleh karena itu BPJamsostek mendukung sepenuhnya upaya pemerintah di atas yaitu dengan cara melakukan verifikasi dan validasi terhadap data peserta yang memenuhi kriteria yang telah di tetapkan termasuk dengan meminta data nomor rekening peserta. Sementara untuk teknis pelaksanaan pemberian BSU masih menunggu dan mengacu pada aturan teknis yang akan di keluarkan oleh Menteri Ketenagakerjaan” lanjutnya.

“Diharapkan pemberian BSU dapat membantu para pekerja peserta BP Jamsostek yang terkena dampak secara sosial ekonomi sebagai akibat dari Pandemi COVID-9 ini,” kata Teguh Setiawan. **(rtr/1)