Scroll Untuk Lanjut Membaca
GORONTALO UTARAHEADLINENASIONALPERISTIWA

Dua Nelayan Gorut yang Hilang Dilaporkan Terdampar di Perairan Sulut

164
×

Dua Nelayan Gorut yang Hilang Dilaporkan Terdampar di Perairan Sulut

Sebarkan artikel ini
Nelayan Hilang Gorontalo
Persiapan Tim SAR Gabungan untuk berangkat ke lokasi terdamparnya dua nelayan asal Gorontalo Utara yang sebelumnya dilaporkan hilang melaut. Foto: Basarnas

Dulohupa.id – Tim SAR Gabungan Pos kwandang menerima laporan terkait dua nelayan asal Gorontalo Utara (Gorut) yang hilang melaut terdampar di perairan Sulawesi Utara (Sulut), Rabu (02/8/2023).

Menerima laporan tersebut, Tim SAR bersama keluarga korban bergegas menuju pelabuhan Amurang Sulut untuk memastikan jika yang terdampar adalah kedua korban.

Kantor SAR Gorontalo juga telah berkoordinasi dengan Kantor Sar Manado untuk melakukan evakuasi terhadap korban yang berada di rakit (rompon) milik nelayan.

Kepala Basarnas Gorontalo, Heriyanto mengatakan, kedua korban berada di titik lokasi koordinat 2°6’00”N – 123°36’00”E dengan jarak tempuh ±94 NM estimasi perjalanan kurang lebih 5 jam perjalanan dari dermaga Likupang, Sulawesi Utara.

“Sekitar pukul 05.00 wita Kantor SAR Manado berangkat dari Dermaga Likupang Sulawesi Utara menuju intercept untuk melakukan evakuasi,” ujar Heriyanto.

Belum diketahui kondisi kedua korban yang dilaporkan terdampar di perairan Sulawesi Utara. Hingga Rabu pukul 10.30 Wita, pihak Basarnas Gorontalo masih menunggu informasi terkait evakuasi terhadap kedua korban tersebut.

Sebelumnya dua nelayan dilaporkan hilang saat melaut di perairan Desa Kotajin, Kecamatan Atinggola, Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), Senin (01/8/2023).

Kedua korban diketahui bernama Rustam Mootalu (60) dan Arman Rajawali (40) yang keduanya merupakan warga Desa Molontadu, Kecamatan Tomilito, Kabupaten Gorut.

“Menurut keterangan dari anak korban, bapaknya dan seorang teman melaut dari hari Kamis 27 juli 2023 dan rencana pulang hari Sabtu, 29 juli 2023, tapi sampai sekarang mereka belum kembali,” ucap Kepala Basarnas, Heriyanto.

Sementara dari keterangan dari nelayan lain, mereka sempat bertemu dengan kedua korban sementara memancing di sekitar ponton bagian selatan pulau Bongkil.

Pulau Bangkit atau Bongkil diketahui adalah pulau yang terletak di Laut Sulawesi dan berbatasan dengan negara Filipina. Pulau Bongkil ini merupakan bagian dari wilayah pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Provinsi Sulawesi Utara.

Redaksi