Scroll Untuk Lanjut Membaca
banner
DPRD Kota GorontaloKOTA GORONTALO

DPRD Kota Gorontalo Soroti Bau Limbah Rumah Sakit yang Dikeluhkan Warga

×

DPRD Kota Gorontalo Soroti Bau Limbah Rumah Sakit yang Dikeluhkan Warga

Sebarkan artikel ini
Bau Limbah
DPRD Kota Gorontalo melalui Komisi III melaksanakan Rapat Kerja (Raker). Foto/Dulohupa

Dulohupa.idDPRD Kota Gorontalo melalui Komisi III melaksanakan Rapat Kerja (Raker) di Aula I untuk membahas tindak lanjut dari sejumlah temuan yang didapat selama reses pada masa sidang ke-III tahun 2025, Pada Senin (14/7/2025).

Dalam rapat tersebut, salah satu isu yang dibicarakan adalah keluhan masyarakat terkait bau limbah yang diduga berasal dari rumah sakit Aloei Saboe.

Ketua Komisi III, Ariston Tilameo, menyatakan bahwa warga mengeluhkan ketidaknyamanan akibat bau tidak sedap yang kemungkinan berasal dari limbah rumah sakit tersebut.

Meskipun pihak rumah sakit berpendapat bahwa Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) mereka sudah memenuhi standar yang ditetapkan oleh Dinas Lingkungan Hidup, DPRD merasa bahwa masalah bau ini harus ditangani dengan serius.

“Rumah sakit mengklaim bahwa IPAL mereka sesuai dengan standar. Namun, kenyataannya masyarakat tetap mengeluhkan bau tak sedap. Hal ini menunjukkan perlunya penyelidikan lebih lanjut untuk menemukan sumber bau tersebut,” jelas Ariston setelah rapat.

Ia mencurigai bahwa bau tersebut mungkin berasal dari limbah lain di luar proses pengolahan utama yang tidak ditangani oleh IPAL, seperti dari peralatan atau prosedur medis tertentu.

“Kami dari DPRD merekomendasikan untuk melakukan penyelidikan menyeluruh, bukan hanya fokus pada IPAL. Semua kemungkinan penyebab yang dapat mengakibatkan bau harus diidentifikasi,” tegasnya.

Ariston juga menyampaikan bahwa pihak rumah sakit telah menyatakan kesiapan untuk menindaklanjuti masukan dan saran dari DPRD. Namun, ia menekankan agar penanganan masalah ini dilakukan dengan segera, meskipun waktu penyelesaian tidak dapat dipastikan.

“Kami tidak dapat memberikan estimasi waktu penyelesaian yang pasti karena tergantung pada kondisi di lapangan. Namun, kami berharap masalah ini dapat diselesaikan secepatnya agar masyarakat tidak terus merasa terganggu,” tutupnya.

Reporter: Maya Aridi