Scroll Untuk Lanjut Membaca
AdvertorialPEMKOT GORONTALO

Diperpanjang, PPKM di Kota Gorontalo Turun ke Level 2, Begini Kondisinya

×

Diperpanjang, PPKM di Kota Gorontalo Turun ke Level 2, Begini Kondisinya

Sebarkan artikel ini

Dulohupa.id- Kota Gorontalo resmi perpanjang masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga 18 oktober 2021 dengan status level 2. 

Adapun perpanjangan itu sesuai dengan Instruksi mendagri nomor 48 tahun 2021, tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4,3,2, dan 1, dengan mengoptimalkan posko penanganan Covid-19 di tingkat Desa maupun Kelurahan untuk pengendalian penyebaran Covid-19 di wilayah Sumatera, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua.

Keputusan Mendagri dalam menurunkan status Gorontalo dari level 3 ke level 2 bukan tanpa alasan. Hal itu didasari oleh adanya penurunan kasus yang cukup signifikan dan tingkat kesembuhan yang juga meningkat. Apalagi, jumlah masyarakat yang sudah divaksin mencapai lebih dari 50 persen.

Dampak positif dari menurunnya angka kasus Covid-19 di Gorontalo dirasakan di segala sektor, tak terkecuali sektor pendidikan yang berangsur-angsur mendapatkan kelonggaran dengan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah. 

Kabid Pendidikan Dasar, Husin Ali menyampaikan, bahwa pihaknya telah mulai melaksanakan PTM sejak (27/9/21) di jenjang SD dan SMP sederajat.

“Sudah sepatutnya kita bersyukur bahwa pelaksanaan PTM terbatas sudah diperkenankan meski masih dalam tahapan uji coba. Namun hal ini sangat positif mengingat PTM sangat mempengaruhi proses pembelajaran dibandingkan harus belajar online dari rumah” ujar Husain.

Sementara itu, menyusul terbitnya surat edaran Inmendagri nomor 48 tahun 2021, Wali Kota Gorontalo Marten Taha menegaskan bahwa pihaknya akan segera membuka seluruh sekolah SD maupun SMP di Kota Gorontalo dalam waktu dekat.

“Tadi saya ketemu dengan Pak Kadis Pendidikan, dan saya sudah sampaikan untuk semua sekolah SD maupun SMP sudah bisa dibuka. Namun tetap memperhatikan penerapan protokol kesehatan agar tidak muncul klaster baru” ungkap Marten saat membuka Workshop Komite Pembelajaran Program Sekolah Penggerak angkatan pertama tadi pagi di Hotel Aston.

Sebelumnya Kota Gorontalo untuk sementara masih membuka setengah dari total jumlah sekolah SD dan SMP. Ada 51 SD dan 8 SMP yang sudah mulai melakukan PTM terbatas sejak 27 september kemarin.**