Scroll Untuk Lanjut Membaca
HEADLINEKESEHATANNASIONALPEMPROV GORONTALO

Dinkes Gorontalo Sebut Pernikahan Dini Sebabkan Stunting

×

Dinkes Gorontalo Sebut Pernikahan Dini Sebabkan Stunting

Sebarkan artikel ini
Pernikahan Dini Stunting
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Dr Anang S Otoluwa

Dulohupa.id – Kasus stunting masih menjadi perhatian serius dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Gorontalo, salah satu penyebab terjadinya stunting yaitu pernikahan dini. Sekedar diketahui Gorontalo menduduki peringkat ke-3 kasus pernikahan dini se-Indonesia.

“Jadi pernikahan dini itu berpengaruh terhadap kejadian stunting, biasanya yang menikah muda itu urusan fisik dan rohani belum siap betul dan sudah dihadapkan dengan urusan rumah tangga, itu nantinya akan berpengaruh terhadap pola asuh anak, ujar Anang S. Otoluwa, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, saat diwawancarai. Kamis (18/04/2024)

“Kalau penelitian kami di Banggai, 90% lebih ibu muda yang melahirkan itu anaknya stunting karena dari secara fisik dia belum siap betul, rahim yang belum matang betul. Itu baru fisik, belum lagi dari psikisnya, apa yang dialami ibu itu langsung sampai ke janin jadi berpengaruh” lanjut Anang

Anang mengatakan untuk mengetahui anak yang terkena stunting bisa dilihat dari ciri fisiknya.

“Untuk mengetahui anak stunting atau tidak itu bisa dilihat dari ciri fisik yaitu ukuran panjang dan tinggi badan anak. Kalau dia lebih pendek dari anak seusianya, misalnya anak usia 5 tahun itu 100 cm, kalau ada anak di bawah 80 cm berarti dia pendek nah itu yang stunting. Kemudian anak yang stunting itu dia gampang sakit” ujar Anang.

“Yang dikhawatirkan dari stunting itu, perkembangan otak yang tidak maksimal dan ketika dewasa itu gampang mengalami penyakit tidak menular seperti jantung dan stroke. Stunting itu hanya diukur pada anak balita. Kalau anak yang lahir panjang badannya di bawah 48 cm itu tergolong stunting, lahir normal itu dia 50 cm” sambungnya.

Lebih lanjut, Anang mengatakan kebiasaan merokok juga bisa menyebabkan terjadinya stunting

“Yang menyebabkan stunting itu juga kebiasaan merokok karena itu bisa merusak spermatozoa. Kalau spermatozoa rusak akibatnya pada itu sangat luar biasa, pertama anak bisa tidak sehat, kedua kalau suaminya merokok itu bisa menyebabkan ibu hamil keracunan kehamilan, kalau ada ibu hamil yang tiba-tiba tekanan darahnya meningkat kemudian kejang-kejang. Nah itu sudah diteliti, ternyata salah satu penyebabnya adalah spermatozoa yang jadi anak itu, bukan spermatozoa yang berkualitas” jelas Anang

Anang mengatakan, Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo sudah melakukan berbagai upaya pencegahan

“Pertama memberikan kesempatan pada remaja terutama perempuan, itu akan berpengaruh pada tingkat pernikahan dini. Kemudian memberikan edukasi untuk tidak buru-buru menikah, harus mempersiapkan kondisi mental sehingga ketika menikah nanti bisa memberikan pengasuhan dan perawatan yang baik terhadap anak yang dilahirkan agar nanti kecukupan gizi dan kesehatannya bisa terpenuhi” ujarnya.

Anang juga mengungkapkan dari upaya pencegahan yang dilakukan masih mendapat tantangan

“Terutama pada pihak keluarga yang masih beranggapan bahwa banyak anak itu banyak rezeki, sehingga perencanaan kehamilan tidak dilakukan dengan baik. Ada juga yang memiliki pemahaman bahwa kalau perempuan yang sudah akil baligh sudah boleh berkeluarga” pungkasnya.

Reporter: Indah