Dulohupa.id- Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Gorontalo mendapatkan 50 konsentrator oksigen dari Kementerian Kesehatan. Bantuan oksigen ini untuk memenuhi kebutuhan oksigen yang ada di Gorontalo yang berfungsi sebagai rumah sakit rujukan Covid-19.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, Dinkes Provinsi Gorontalo, Andriyanto Abdussamad mengungkapkan, seiring dengan peningkatan kasus yang signifikan di Provinsi Gorontalo telah memberikan kontribusi pada peningkatan jumlah pasien di rumah sakit. Rata-rata pasien yang dirawat adalah pasien dengan gejala sedang-berat dan mengharuskan perawatan di ruang ICU.
Seiring dengan itu tingkat kebutuhan oksigen di rumah sakit rujukan yaitu RSUD Prof. dr. Aloei Saboe dan RSUD dr. Hasri Ainun Habibie juga terus meningkat.
Karena itu, “Konsentrator oksigen ini sangat dibutuhkan oleh rumah sakit terutama rumah sakit rujukan karena tingkat keterisian rumah sakit mengalami peningkatan yang signifikan”, kata Andriyanto Abdussamad, Senin (23/8/2021).
Andriyanto juga menjelaskan, bahwa Provinsi Gorontalo adalah salah satu daerah yang mengalami peningkatan kasus positif secara signifikan. Walaupun saat ini sudah mengalami penurunan, tetapi pemerintah Provinsi Gorontalo terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan, serta mendorong Kabupaten dan Kota untuk terus meningkatkan upaya testing, tracing dan treatment serta pembatasan mobilitas penduduk.
“Upaya penyadaran juga kepada masyarakat terus kami gerakan, agar supaya pemutusan angka sebaran covid-19 di Gorontalo mulai terkendali dan menurun,” tuturnya.
Ia menambahkan, bahwa saat ini bantuan konsentrator oksigen sudah tiba di Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo. Dan rencananya akan disalurkan ke rumah sakit rujukan Covid-19, “yakni 24 unit untuk Rumah Sakit Aloei Saboe dan 26 unit di Rumah sakit Hasri Ainun Habibie.”
“Saya berterima kasih dan mengapresiasi atas kiriman konsentrator oksigen ini dan berharap dapat memaksimalkan pelayanan dan penanganan pasien Covid-19 di rumah sakit rujukan yang membutuhkan oksigen,” imbuhnya.











