Dulohupa.id – Dinas Pariwisata (DinsPar) Provinsi Gorontalo mendorong para perajin Karawo terutama dari kalangan muda untuk membuat motif Karawo lebih kekinian.
“Dengan adanya para desainer-desainer dari kalangan muda, diharapkan dapat membuat motif lebih kekinian sehingga karawo bisa digunakan oleh generasi milenial ataupun Gen-Z,” Altian yang membidangi Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif, Provinsi Gorontalo pada malam puncak peringatan hari Karawo pada Selasa (23/2024).
Altian mengatakan, kain sulam khas Gorontalo telah menjadi identitas daerah berjuluk Serambi Madinah itu. Karawo dulunya hanya dikenal untuk dikalangan orang tua saja, namun sekarang bisa digunakan hingga ke kalangan anak muda.
“Peran generasi muda sangat kami harapkan, karena kalau bukan generasi muda, generasi milenial ataupun Gen-Z sekarang, kita (DinsPar) khawatirnya Karawo ini lambat laun akan hilang,” ujar Altian kepada Dulohupa saat ditemui, Selasa (23/01/2024).
“Ini menjadi salah satu identitas.yang mana agar wisatawan bisa tahu bahwa karawo adalah khas Gorontalo,” sambungnya.
Selain itu, pemerintah terus berupaya dalam melestarikan Karawo dengan membuat event-event menyulam untuk generasi muda.
“Kami berharap, karawo ini bisa dikenal. Bukan hanya di Nusantara tapi juga di mancanegara,” tutupnya.
Reporter: Yayan











