Scroll Untuk Lanjut Membaca
AdvertorialGORONTALOLINGKUNGANPEMPROV GORONTALO

Dinas LHK – BPDAS Bone Bolango Monitoring Perkembangan Tanaman RHL Agroforestry

×

Dinas LHK – BPDAS Bone Bolango Monitoring Perkembangan Tanaman RHL Agroforestry

Sebarkan artikel ini
RHL Agroforestry
Tim monitoring gabungan Dinas LHK-BPDAS Bone Bolango saat memonitoring lokasi RHL Agroforestry di Desa Ayuhulalo, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo. Foto: Kris/Dulohupa

Dulohupa.id – Dalam rangka memastikan keberadaan dan perkembangan tanaman Rehabilitas Hutan dan Lahan (RHL) Agroforestry di Gorontalo, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Bone Bolango Provinsi Gorontalo bersama tim gabungan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Gorontalo turun langsung melaksanakan Monitoring di sejumlah titik lokasi RHL.

Upaya pelestarian lingkungan dan menjaga tutupan lahan di wilayah Provinsi Gorontalo terus menjadi perhatian khusus oleh pihak-pihak terkait seperti BPDAS Bone Bolango maupun Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Gorontalo. Salah satu program yang hingga saat ini terus digenjot dan dikembangkan adalah program Rehabilitasi Hutan dan Lahan yang tersebar di sejumlah titik di wilayah Provinsi Gorontalo.

Tim Monitoring Gabungan terdiri dari Kadis LHK Provinsi Gorontalo, Fayzal Lamakaraka beserta jajaran, Kepala BPDAS Bone Bolango Provinsi Gorontalo yang diwakili oleh Muhammad Bakri Nongko, Kepala Kesatuan Pengeloaan Hutan (KPH) Wilayah Boalemo, unsur pemerintah setempat serta jajaran.

Monitoring perkembangan tanaman dilakukan di lokasi RHL Agroforestry yang berada di Desa Ayuhulalo dan Desa Pangi, Kabupaten Boalemo serta di sejumlah titik yang berada di Kabupaten Pohuwato, Jumat (04/8/2023).

“Kami dari BPDAS Bone Bolango Provinsi Gorontalo turun bersama-sama untuk melihat langsung progres dilapangan dan pertumbuhan tanaman pada masa pemeliharaan tahun kedua pelaksanaan kegiatan RHL Agroforestry . Kita harapkan melalui program RHL Agroforestry ini selain bisa memberikan manfaat kepada lingkungan dan kehutanan juga diharapkan bisa berdampak positif untuk masyarakat dalam peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya sekitar Kawasan Hutan,” Ungkap PPK P2 RHL Agroforestry Muhammad Bakri Nongko.

RHl

Muhammad Bakri Nongko berharap kolaborasi dan sinergitas yang telah dibangun dari berbagai pihak terkait, khususnya Dinas LHK Provinsi Gorontalo beserta jajaran, pemerintah setempat, dan masyarakat penggarap dalam Kawasan untuk dapat terus melanjutkan program tersebut, sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat, baik dari aspek lingkungan hidup dan kehutanannya maupun peningkatan nilai ekonomi masyarakat sekitar. Sehingga kedepannya Daerah Aliran Sungai (DAS) kita Sehat dan masyarakatnya bisa lebih Sejahtera.

“Alhamdulillah saat kita turun langsung, kita melihat pertumbuhan tanaman cukup bagus, khususnya Jambu Mente itu sudah mulai berbuah dan masyarakat juga sudah mulai memanen meskipun masih dalam jumlah yang tidak terlalu banyak, tapi masyarakat sudah merasakan hasilnya. Karena prosesnya masih tahap belajar berbuah dengan umur tanaman kurang dari tiga tahun, tapi saya lihat sudah ada hasil buah jambu mente yang masyarakat dapatkan, demikian juga jenis rambutan sudah ada yang mulai mengeluarkan bunga bahkan sudah jadi buah, pertumbuhan jenis tanaman lainnya seperti durian, dan jenis kayu-kayuan juga cukup bagus ” Ujar Muhammad Bakri Nongko.

Menurutnya, hal tersebut secara perlahan telah mampu merubah pola pikir masyarakat sehingga dapat menambah jumlah tutupan lahan yang secara langsung mampu mengurangi sebaran lahan kritis di Provinsi Gorontalo.

“Yang kita monitoring ini adalah Kawasan RHL Agroforestry, dan khusus untuk di Ayuhulalo ini ada 125 Hektar. Ada 6 jenis tanaman yang kita prioritaskan disini, 3 jenis buah-buahan seperti jambu mente, durian dan rambutan. Sementara untuk jenis kayu-kayuan ada jenis Nyanto, Mahoni dan Gamelina. Dalam setahun kita bisa melakukan monitoring hingga 3 kali, namun jika dianggap perlu bisa lebih dari itu dan kita lakukannya bersama-sama dengan temen-temen Dinas LHK Provinsi Gorontalo, KPH, unsur pemerintah setempat, termasuk LSM, dan media. Dan ini sebagai salah satu wujud sinergitas kita dalam melakukan pengawasan ” Jelasnya.

Disisi lain, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Gorontalo, Fayzal Lamakaraka mengungkapkan bahwa program RHL merupakan program yang telah lama dilaksanakan oleh Pemerintah dengan berbagai mecam penyebutan namun tujuan dan maksud yang tetap sama.

“Program pemerintah itu, terutama sektor kehutanan dari dulu kita tahu ada yang namanya reboisasi, Gerhan dan 3 tahun belakangan ini berubah namanya menjadi RHL. Walaupun berbeda nama tapi isinya sama yaitu penanaman, namun ada pola yang sedikit berubah. Dimana sebelumnya kita hanya fokus tanaman kayu, tapi sekarang ada pola 70 persen itu tanaman produktif atau buah-buahan yang bisa dinikmati masyarakat untuk memperbaiki perekonomian dan 30 persen adalah tanaman kayu-kayuan,” Tegas Kadis LHK, Fayzal Lamakaraka.

Fayzal menilai, program RHL merupakan pembelajaran terhadap bagaimana masyarakat harus memahami betapa pentingnya RHL. Disamping masyarakat menjaga dan melestarikan kawasan hutan, mereka juga mendapatkan manfaat dari apa yang mereka lakukan dalam aspek ekonomi.

Reporter: Kris