Dulohupa.id – Satreskrim Polres Gorontalo Kota mengamankan tiga belas warga, karena diduga melakukan penimbunan BBM bersubsidi di Kota Gorontalo pada selasa (15/10/19). Dari tangan masing-masing pelaku, polisi menemukan 25 liter sampai 35 liter gallon yang sudah terisi BBM premium bersubsidi
Sebelumnya pihak kepolisian Polres Gorontalo Kota telah mendapatkan laporan dari warga bahwa terjadi penyulingan minyak jenis premium dari tangki motor ke-jerigen yang dilakukan oleh sejumlah orang di wilayah Kota Gorontalo. Berdasarkan informasi tersbut, tim alap-alap Polres Gorontalo Kota dipimpin langsung oleh kasat reskrim AKP. Deni Muhtamar turun kelokasi untuk melakukan pemeriksaan.
Tiba dilokasi, SPBU yang ada di Jalan Agusalim, Kota Gorontalo, petugas menemukan sejumlah orang yang menyalin bahan bakar dari tangki motor dipindahkan ke-jerigen. Petugas juga menemukan sebanyak 25 galon yang sudah terisi serta 46 galon kosong berada disalah satu halaman rumah warga.
Petugaspun juga langsung mengamankan sejumlah gelong dan lima unit sepeda motor yang digunakan menyalin BBM, untuk dijadikan alat bukti.
Kasat Reskrim Polres Gorontalo Kota, AKP Deni Muhtamar mengatakan, penangkapan tiga belas orang terduga pelaku penimbun BBM tersebut berawal dari laporan masyarakat yang resah dengan penimbunan BBM tersebut.
“ Berdasarkan informasi masyarakat yang menyatakan keresahaannya tentang adanya sejumlah motor yang mengantri dan mengambil BBM dengan jumlah banyak. Kami melakukan pengecekan di sejumlah SPBU yang ada diwilayah Kota Gorontalo, dan menemukan dugaan penimbunan BBM di kompleks SPBU yang ada di jalan Agusalim, Kota Gorontalo”. Jelas Deni
Dari hasil keterangan dari pelaku, BBM bersubsidi ini akan dijual kembali dengan harga bervariasi, dari delapan ribu hingga sepuluh ribu perliter. Untuk mencegah hal ini terulang lagi, Mapolres Goorntalo Kota akan menempatkan personil di setiap SPBU yang ada di Kota Gorontalo.
Sementara para pelaku ini terancam pasal 53 undang-undang nomor 2 tahun 2001 tentang migas, dengan ancaman hukuman 3 tahun penjara. (Jebeng)