DULOHUPA.ID- Meski menjadi daerah penyumbang kasus COVID-19 terbanyak di Provinsi Gorontalo, namun pemerintah Kota Gorontalo optimis jika wilayah tersebut akan segera bertatus zona hijau penyebaran COVID-19. Sebab saat ini, delapan dari sembilan kecamatan di Kota Gorontalo berstatus zona hijau penyebaran COVID-19.
“Ya karena kita melihat, tersisa dua pasien lagi di kota Gorontalo yang sedang menjalani perawatan. Satu sedang dirawat di Rumah Sakit Aloei Saboe (RSAS) Gorontalo, dan satunya lagi melakukan isolasi mandiri di rumah,” kata Marten siang tadi, Senin (23/11).
Kata Marten, pencapaian ini tidak hanya karena pihaknya baik dalam melakukan Testing, Tracking, dan Treatment (3T), namun karena adanya upaya pencegahan yang dilakukan oleh pemerintah kota (pemkot), pemerintah provinsi (pemprov), dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) kota maupun provinsi.
“Jajaran TNI dan Polri ini memberikan dukungan paling penting terhadap pendisiplinan masyarakat terhadap protokol kesehatan di Kota Gorontalo agar penularan atau pengendalian bisa dilakukan,” kata Marten.
Marten pun bersyukur, saat ini jumlah warga yang dites swab berbanding terbalik dengan jumlah yang kemudian dinyatakan positif COVID-19.
“Jadi akhir-akhir ini, makin banyak jumlah orang yang kita tes swab, tapi makin sedikit yang akhirnya ketahuan hasilnya positif. Biasanya tinggal satu hingga dua orang saja. Berbeda dengan dulu, makin banyak yang dites swab, makin banyak juga yang terkonfirmasi positif,”
Lebih lanjut Marten menegaskan, mewujudkan Kota Gorontalo berstatus zona hijau dilakukan dengan tidak lengah terhadap kondisi penyebaran COVID-19. Makanya, penegakkan protokol kesehatan akan terus dilakukan dengan razia dibantu oleh TNI dan Polri, serta Satpol PP.
*Catatan: Bersama lawan virus corona. Dulohupa.id mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan, ibu, 3M (pakai Masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).
Reporter: Yusuf Konoli











