Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

Dampak Pandemi Covid-19, Pedagang Kebutuhan Ketupat di Gorontalo Sepi Pembeli

Dulohupa.id – Sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang seperti biasanya, dampak dari pandemi covid-19, 4 hari sebelum lebaran ketupat para pedagang daun woka dan bambu muda untuk pembuatan nasi bulu sudah ramai dikunjungi oleh para masyarakat yang akan melaksanakan lebaran yang sudah menjadi tradisi di Kabupaten Gorontalo (Kabgor) yang digelar setiap hari ke tujuh lebaran Idul Fitri.

Pantauan awak media Dulohupa.id para pedagang daun woka dan bambu muda di sekitar Tugu Ketupat Desa Yosonegoro Kecamatan Limboto Barat, sepi pembeli. Hal ini tentunya terkait dengan adanya virus corona atau Covid-19 yang hingga saat ini terus mewabah di Provinsi Gorontalo.

Sepertri yang disampaikan oleh oleh Daud salah satu pedagang daun woka dan bambu muda mengaku, bahwa ditahun ini omset pendapatan dari penjualan bahan pembuatan nasi bulu dan dodol khas Gorontalo sangat menurun drastis.

“Sepertinya tidak akan sama dengan tahun-tahun kemarin pak, biasanya 3 hari menjelang lebaran ketupat ini ,pasti sangat banyak yang akan membeli daun woka dan bambu ini, namun saat ini pembeli hanya bisa dihitung dengan jari yang datang,” ungkap Daud saat diwawancarai pada Jumat (29/05).

Biasanya kata Daud, omset yang bisa didapatkan setiap hari paling sedikit satu juta. Namun untuk saat ini mencapai hingga 500 Ribu saja sudah untung-untungan, bahkan sejak pagi tadi yang terjual baru sejumlah sepuluh buah.

“Biasanya pak kalau sudah 3 hari sebelum lebaran ketupat ini sudah banyak pembeli , tapi ini minim sekali, saya saja sudah buka selama 2 jam baru laku 10 yang laku,” kata Daud

Daud juga sangat berharap pandemi covid-19 ini cepat berlalu, agar para pedagang tahunan seperti mereka tidak lagi melarat seperti ditahun ini.

“Semoga saja corona ini cepat abis pak, kasihan kami ini yang berjualan cuma tiap tahun cukup merasakan dampaknya” harapnya. (Dade)