Scroll Untuk Lanjut Membaca
HEADLINEKOTA GORONTALOPERISTIWA

Cek Fakta: Bayi Dibuang di Belakang SMAN 3 Gorontalo

×

Cek Fakta: Bayi Dibuang di Belakang SMAN 3 Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Bayi DIbuang Gorontalo
Kondisi bayi usai ditemukan masih menjalni perawatan di RUmah Sakit Otanaha. Foto: Kris/Dulohupa

Dulohupa.id – Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polresta Gorontalo Kota berhasil mengungkap kasus pembuangan bayi perempuan di belakang Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Kota Gorontalo.

Kasat Reskrim Kompol Leonardo Widharta mengatakan, bayi yang dibuang kemudian ditemukan warga ternyata hanya rekayasa dari ibu sang bayi.

Kasus ini terungkap saat petugas melakukan penyelidikan dan interogasi terhadap saksi-saksi yang ternyata salah satu saksi diantaranya ibu dari bayi tersebut.

“Penyidik curiga pada seorang perempuan (Ibu Bayi) yang sedang menangis dan setelah diberikan pemahaman, bersangkutan mengaku jika bayi itu adalah anaknya hasil hubungan dengan dengan pacar,” ungkap Leonardo, Rabu (06/9/2023).

Kepada polisi, sang ibu mengaku menyembunyikan bayinya di dalam lemari setelah melahirkan di dalam kamar kos. Ia kemudian didatangi salah satu temannya dan menceritakan masalah tersebut.

Setelah diketahui teman-temannya, mereka pun membawa bayi ke rumah sakit. Namun sesampainya di rumah sakit, mereka panik saat petugas medis menanyakan ibu bayi, sehingga mereka terpaksa berbohong jika bayi tersebut ditemukan di belakang halaman sekolah.

“Jadi bayi ini tidak di buang. Mereka hanya berbohong jika bayi ditemukan, padahal ibu dari bayi itu sendiri saat itu yang mengantar bayinya di rumah sakit,” ujar Kompol Leonardo.

Saat ini bayi masih dalam perawatan di ruang NICU Rumah Sakit Otanaha Kota Gorontalo. Bayi diketahui lahir prematur dengan berat 1,8 Kg dan panjang 43 cm.

Kepala ruangan NICU RS Otanaha Kota Gorontalo, Eka Pratiwi Puluhulawa mengungkapkan awal ditemukan bayi tersebut masih terdapat plasenta dan langsung dibawa ke Instalasi Rawat Darurat (IRD) guna dilakukan pemotongan tali pusat. Bayi tersebut kemudian dihangatkan dan distabilkan di inkubator.

“Alhamdulillah untuk pernafasannya aman, sehingga tidak perlu pakai oksigen. Tapi karena dingin, bayi waktu itu tampak kebiruan tapi setelah kami hangatkan dan kami berikan stimulasi, sekarang kondisinya mulai sudah baik lagi,” Ujar Kepala Ruangan NICU Rs Otanaha Kota Gorontalo, Eka Pratiwi Puluhulawa, Selasa (05/09/2023).

Eka membenarkan bahwa kondisi bayi dalam kondisi prematur, sehingga pihaknya masih memberikan asupan susu menggunakan selang

“Berdasarkan tanda-tanda vital, kondisi bayi masih bagus dan sehat,” Pungkasnya.

Redaksi