Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

Cegah Demam Berdarah, Warga Madina Kerja Bakti Bersihkan Lingkungan

Dulohupa.id – Sebagai salah satu upaya untuk mencegah penyebaran demam berdarah, yang saat ini mulai mewabah, sejumlah warga Madina, Kelurahan Kayubulan, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo pada minggu (12/06) bergotong royong melaksanakan kerja bhakti,  membersihkan lingkungan sekitar.

Pantauan awak media, sejak pukul 06.30 Wita, baik dari anak-anak, para pemuda maupun para orang tua, dengan penuh kebersamaan mulai melakukan pembersihan lingkungan, disepanjang lorong yang berada di Kompleks Rumah Dinas Bupati Gorontalo.

Hal ini tentunya patut dijadikan contoh, karena tanpa ada perintah ataupun arahan pemerintah, namun kepedulian dari warga ini sangat tinggi, utamanya dalam mencegah penyebaran penyakit Demam Berdarah, yang saat ini di Kabupaten Gorontalo, sudah menelan 4 korban jiwa terhitung sejak Januari 2020.

Roslina Pou koordinator dari pelaksanaan kerja bhakti ini, kepada awak media saat dimintai tanggapan menjelaskan, kerja bhakti ini adalah murni inisiatif dari para rema muda Madina, yang peduli akan kebersihan lingkungan, utamanya dimusim hujan seperti saat ini.

“Mereka sendiri yang berinisiatif untuk kerja bakti hari ini. Kita para orang tua hanya mendukung apa yang menjadi niat baik dari para pemuda di lingkungan ini, mengingat saat ini penyakit demam berdarah semakin mewabah,” terangnya.

Sementara itu Lurah Kayubulan Halid Kadir saat diwawancarai sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh warga Madina, yang tentunya sangat membantu pemerintah desa, dalam hal menjaga kebersihan lingkungan, sebagai upaya untuk mencegah penyebaran penyakit demam berdarah.

“Sejak saya menjabat sebagai lurah di Kayubulan ini, kebersamaan mereka sudah  tidak bisa disangsikan lagi, baik suka maupun duka. Sehingganya saya berharap ini menjadi contoh bagi lingkungan lainnya, karena tanpa ada instruksi atau perintah dari kami aparat desa, kesadaran mereka untuk menjaga kebersihan lingkungan sangat tinggi. Dan ini patut diajungkan jempol. Saya juga telah meminta kepada mereka untuk tetap mentaati Protokol kesehatan dalam memutuskan mata rantai Covid-19,” ungkap Halid Kadir. (Dhedy)