Dulohupa.id – Jelang lebaran Idulfitri 1446, salah satu kue yang laris diburu di Gorontalo adalah kue Karawo atau kukis kerawang. Salah satu usaha kue karawao yang banyak dipesan pembeli adalah milik Seviana Katili yang ada di Desa Tanggilingo, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo.
Di bulan Ramadhan ini, Seviana mengaku banyak pelanggan yang memesan kue karawo di tempat usahanya. Setiap harinya ia memproduksi sebanyak 75 toples.
“Alhamdulillah di bulan ramadhan ini pesanannya lebih tinggi dibanding hari-hari lain. Untuk kue lebaran satu orang itu ada yang pesan 10 atau 5 toples, jadi melonjak penjualannya. kita buat sebanyak 75 toples per hari,” kata Seviana Katili, owner kue karawo.

Untuk harga kue karawo dijual dengan harga Rp 350.000 setiap toples nya. Harga kue karawo terbilang mahal karena membuat kue yang satu ini cukup rumit dan memakan waktu yang lama.
“Membuat kue karawo agak sulit karena kita harus menggambar atau membuat karawo di setiap biji kue. Membuatnya rumit dan memerlukan waktu yang lama,” jelas Seviana.
Meski dalam proses pembuatannya cukup rumit, namun peminat kue khas Gorontalo ini sangat banyak, terlebih pada momen ramadhan dan idul fitri nanti.

Salah satu warga mengaku sangat suka dengan kue karawo, setiap menjelang lebaran ia selalu memesan kue karawo di rumah produksi kue karawo tersebut.
“Kue ini bagus, banyak orang Manado suka dan memesan kue karawo. Kalau saya pesan paket sebanyak 60 toples. Itu akan dibagikan kepada teman-teman lain. Ini untuk dikonsumsi pada saat lebaran nanti. Harganya masih terjangkau,” kata Lina, pembeli kue karawo.
Karawo merupakan kata dalam bahasa Gorontalo yang berarti sulaman tangan. Kreativitas warga Gorontalo menghasilkan kue yang dihias seperti kain karawo.
Kue karawo terbuat dari tepung terigu, mentega, gula halus, telur, susu, vanili, dan maizena. Lalu, adonan dicetak dalam berbagai cetakan, tetapi biasanya berbentuk bulat dan hati.
Setelah dicetak, kue dipanggang dalam oven sampai matang, lalu didinginkan dan dilukis dengan motif seperti kain karawo. Untuk menghias kue kering ini, pembuatnya harus memiliki kerajinan dan tentunya keahlian khusus.
Kue karawo memiliki aneka macam varian rasa seperti keju, coklat, kopi, dan stroberi. Kue karawo memiliki cita rasa yang manis dan gurih, dengan tekstur yang lembut didalam dan sedikit renyah diluar.
Kue ini sering kali dinikmati sebagai cemilan di sore hari atau sebagai hidangan penutup di acara-acara khusus. Selain itu, kue ini menjadi kue andalan warga pada momen lebaran untuk disuguhkan kepada tamu yang berkunjung di rumah.
Ketika berkunjung ke Gorontalo, biasanya orang-orang mencari kue ini untuk dijadikan oleh-oleh.
Reporter: Yayan











