Scroll Untuk Lanjut Membaca
banner
PEMKAB POHUWATOPERISTIWA

Camat Paguat Bantah Penyelenggaraan Pasar Malam Merusak Taman

×

Camat Paguat Bantah Penyelenggaraan Pasar Malam Merusak Taman

Sebarkan artikel ini
Camat Paguat
Warga Paguat saat berkunjung ke hoya-hoya yang berlokasi di taman Kecamatan Paguat. (Foto: Dulohupa/Hendrik Gani)

Dulohupa.id – Camat Paguat, Darwan Laiya membantah penyelenggaraan tempat pasar malam (Hoya-hoya) di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Paguat merusak tanaman yang ada di taman tersebut.

Darwan Laiya menjelaskan, dirinya hanya memanfaatkan situasi yang ada, sebab kata dia tanaman yang ditanam oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) ditempat itu adalah tanaman berduri. Pihaknya berencana tanaman berduri itu akan dikeluarkan dan diganti dengan tanaman layak, agar tidak membahayakan para pengunjung terutama anak-anak.

“Memang RTH ini sudah tidak bisa dikatakan RTH lagi, sebab perawatan dan tanamannya pun membahayakan pengunjung, dan itu kita sudah rencanakan untuk menata kembali taman ini. Kemudian tiba-tiba ada permohonan dari hiburan Hoya-hoya, didalam surat permohonan mereka tertulis, dalam rangka memperingati HUT Proklamasi dan pelaksanaan vaksinasi covid-19, dan mereka menyiapkan 1.500 tiket gratis untuk naik wahana yang penting sudah tervaksin satu, dua, dan tiga,” ungkap Darwan Laiya saat ditemui Sabtu malam (30/7/2022).

Dirinya juga mengaku, selama dirinya menjabat di Kecamatan Paguat, tanaman yang ada di RTH tersebut tidak ada pemeliharaan dari dinas terkait. Dirinya menjelaskan yang membersihkan RTH itu hanya inisiatif dari pemerintah kecamatan dan desa, bahkan kerjasama dengan pihak Koramil Paguat.

“RTH ini selama saya menjabat tidak ada pemeliharan, yang membersihkan RTH ini pemerintah kecamatan, desa, dan TNI, dari dinas sendiri tidak ada. Ada satu orang tapi fasilitasnya seperti pemangkas lain sebagainya tidak ada, katanya rusak,”sambungnya.

Nantinya kata dia, RTH yang ada di Kecamatan Paguat akan dijadikan taman keliling setelah selesai penyelenggaraan tempat pasar malam di lokasi itu, dan biaya yang diberikan oleh pihak management pasar malam, nantinya digunakan untuk menata kembali RTH tersebut.

“Jadi kalau namanya kami merusak, saya rasa itu saya bantah, karena kenapa, kalau kami mengganti berarti ada tanaman yang kami rusak, justru kita hanya mengeluarkan tanaman berduri. Saya punya program akan melibatkan pihak desa/kelurahan untuk menata taman ini kembali, dan itu memang sudah saya rencanakan sebelum ada hoya-hoya ini,”jelas Darwan.

Ia pun mengaku ada alternatif kedua penyelenggaraan pasar malam, sebelum ditetapkan di RTH Paguat, yang jadi alternatif kedua adalah lapangan bola yang berada di Kelurahan Siduan. Namun, kata dia lapangan tersebut sebentar lagi akan diadakan turnamen bola kaki umur 17 tahun, jadi tidak dimungkinkan untuk dijadikan tempat pasar malam dilokasi itu.

“Kenapa disini pak? alternatif kedua, lapangan bola kaki Siduan kita tidak bisa apa-apa kan, karena dilapangan itu akan dibuat lagi turnamen U-17, dan panitia sudah menyurat ke Askab. Dan kita akan lihat hasilnya setelah ini, taman ini kita akan hijaukan kembali, dan tidak ada lagi tanaman berduri,”ujarnya.

Penyelenggaran pasar malam atau hoya-hoya rencanakan akan diselenggarakan selama kurang lebih hampir sebulan di taman RTH Kecamatan Paguat, yaitu dari tanggal 30 Juli sampai tanggal 27 Agustus.

“Mereka disini dari tanggal 30 Juli sampai 27 Agustus, itu juga tergantung masyarakat yang berkunjung,”imbuhnya.

Dirinya juga mengaku surat izin pelaksanaan pasar malam di RTH Kecamatan Paguat sudah melalui surat rekomendasi Bupati Pohuwato.

“Ini sudah ada izin kalau belum ada izin tidak mungkin pihak pengelola melakukan kegiatan ditempat ini, ada surat rekomendasi dari pak Bupati, dan juga dari Dinas DLH,” tutupnya.

Sebelumnya, Camat Paguat memberikan izin kepada management pasar malam atau hoya-hoya di RTH Kecamatan Paguat tanpa sepengetahuan dinas lingkungan setempat.

Reporter: Hendrik Gani