Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

- Advertisement -

Camat Dengilo Desak Pelaku Tambang Lakukan Pemulihan Kondisi Alam

Dulohupa.id- Ditemukannya puluhan alat berat yang sedang mengeruk Sumber Daya Alam (SDA) di wilayah Kecamatan Dengilo, membikin sejumlah warga geram. Tak terkecuali Camat Dengilo, Nakir Ismail. Ditemui Dulohupa.id, ia mengakui akan secepatnya memberikan sanksi tegas kepada para pelaku usaha tambang ilegal di wilayah tersebut, jika tak melakukan pemulihan kondisi alam seperti semula. Galian-galian yang dibuat ditutup kembali, dan kerusakan dilakukan rehabilitasi.

Wajib kata dia para pelaku usaha ini diberi sanksi jika tidak mampu memenuhi komitmen untuk menjaga keberlanjutan kelestarian lingkungan, apalagi meninggalkan kubangan-kubangan besar di lokasi.

“Saya secara (sebagai) pemerintah, akan memberikan sanksi atau teguran kepada setiap pelaku usaha pertambangan yang tidak melakukan penimbunan kembali pada bekas galian pertambangan,” tegas Nakir, Rabu (11/11).

Selanjutnya Nakir berharap, para pengusaha tambang ini mematuhi aturan hukum. Kata dia, mestinya para pengelola itu mengurus izin pertambangan. Sebab, sejauh ini aktivitas pertambangan di sana masih ilegal.

“Saya berdoa dan mendukung kepada sikap para pengusaha tambang , APRI atau elemen apa saja untuk bagaimana supaya untuk mengurus izin, karena itu penting,” ujar Nakir.

Adapun dalam Pertaruran Pemerintah (PP) Nomor 78 tahun 2010 tentang Reklamasi dan Pascatambang, dijelaskan bahwa pasal 2 ayat 1, bahwa “Pemegang IUP Eksplorasi dan IUPK Eksplorasi wajib melaksanakan reklamasi”.

Kemudian pada pasal 2 ayat 2 menyebutkan,“Pemegang IUP Operasi Produksi dan IUPK Operasi Produksi wajib melaksanakan reklamasi dan pascatambang,”.

“Untuk pantaun lokasi bekas galian pertambangan, sudah ada yang mulai dinormalisasikan. In sya Allah ini akan berlanjut terus, dalam hal penimbunan ini, saya selaku pihak pemerintah akan terus mengawal dan memantau aktivitas penimbunan ini,” tuturnya Nakir.

akan secepatnya memberikan sanksi tegas kepada para pelaku usaha tambang ilegal di wilayah tersebut, jika tak melakukan pemulihan kondisi alam/Dulohupa-Zulkifli Mangkau

Katanya lagi, pihaknya akan terus melakukan pantauan di lapangan, agar supaya permasalahan bekas galian pertambangan ini terselesaikan dengan baik dan tidak akan menimbulkan dampak yang buruk bagi lingkungan sekitar.

“Jika penimbunan ini sudah selesai, ketika ada banjir dampaknya tidak terlalu membahayakan,” tutup Nakir.

Reporter: Zulkifli Mangkau