Scroll Untuk Lanjut Membaca
KESEHATANPEMKAB POHUWATOPOHUWATO

Bupati Pohuwato Turun Tangan Bantu Balita tanpa Anus untuk Dioperasi

×

Bupati Pohuwato Turun Tangan Bantu Balita tanpa Anus untuk Dioperasi

Sebarkan artikel ini
Balita tanpa Anus
Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga saat Melihat Langsung Kondisi Balita tanpa anus di RS Pohuwato. Foto/Diskominfo

Dulohupa.id – Aki Laris Tiana Une, balita asal Desa Molamahu, Kecamatan Paguat, Pohuwato terus berjuang untuk hidup dengan bantuan prosedur pembuangan kotoran melalui operasi di bagian perut.

Putri bungsu dari tujuh bersaudara itu lahir tanpa lubang anus dan kini tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Bumi Panua (RSBP) Kabupaten Pohuwato.

Kondisi Aki langsung mendapat perhatian langsung dari Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga dengan mendatangi rumah sakit bupati Didampingi Direktur RSUD Bumi Panua, dr. Dian Ikagustina Tambunan, Sp.A, M.Ked, serta tim dokter. Saipul Mbuinga langsung menemui kedua orang tua dari balita yaitu Maryam Tama (35), dan Elyas Y. Une (42), Selasa (9/12/2025).

Bupati Saipul menjelaskan bahwa dalam waktu dekat Aki akan menjalani operasi untuk memperbaiki saluran pembuangan kotoran.

Ia memastikan bahwa dokter dari Makassar, Sulawesi Selatan telah bersiap untuk melakukan tindakan tersebut.

“Ibu tidak perlu khawatir, doakan saja proses operasi yang direncanakan pada 20 Desember mendatang bisa berjalan sukses. Banyak juga yang sudah menjalani operasi seperti ini dan alhamdulillah selamat. Insyaallah anak ini juga bisa selamat. Kita tetap berdoa kepada Allah SWT,” ujar Saipul Mbuinga.

Untuk menenangkan keluarga, Saipul menegaskan bahwa seluruh biaya dan kebutuhan perawatan akan ditanggung oleh pemerintah daerah.

“Ibu tidak perlu cemas, semua urusan menjadi tanggung jawab kami. Ibu cukup membawa anak ini ke Rumah Sakit Toto Gorontalo pada 16 Desember karena rencananya operasi akan dilakukan pada 20 Desember,” jelasnya.

Sementara itu, Maryam Tama, ibu dari Aki Laris mengungkapkan bahwa sejak lahir anak bungsu dari tujuh bersaudara ini tidak memiliki lubang anus, sehingga diperlukan pembuangan kotoran melalui perut dengan bantuan operasi.

“Kami sangat berharap anak kami bisa selamat,” tutur Maryam penuh harap.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan kesiapan tim medis, kedua orang tua Aki, Maryam Tama dan Elyas Y. Une berharap proses operasi berjalan lancar sehingga Aki dapat tumbuh normal seperti anak-anak lainnya.