Scroll Untuk Lanjut Membaca
PEMKAB GORONTALOPERISTIWA

Bupati Nelson Sebut Longsor Bilato Terjadi Akibat Alih Fungsi Lahan

322
×

Bupati Nelson Sebut Longsor Bilato Terjadi Akibat Alih Fungsi Lahan

Sebarkan artikel ini
Bilato Longsor
Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo saat meninjau lokasi longsor di Kecamatan Bilato. (Foto: Kris/Dulohupa)

Dulohupa.id – Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo sebut Longsor yang terjadi di beberapa titik di Kecamatan Bilato akibat adanya alih fungsi lahan.

“Longsor ini penyebabnya karena curah hujan yang tinggi dan kemudian karena adanya alih fungsi lahan oleh masyarakat. Kejadian ini sudah kita koordinasikan dengan stakholder yang ada. Ini disini sudah ada pihak balai sungai, balai jalan, PU, dan TNI, Polri yang turut menangani langsung,” Ucap Bupati Nelson saat meninjau lokasi longsor, Senin (19/12/2022).

Nelson mengatakan, perbaikan lingkungan  penting untuk diperhatikan masyarakat. Dirinya menekankan semua stakeholder terkait dapat memperhatikan cakupan wilayah yang menjadi tanggungjawabnya masing-masing.

“Pemerintah daerah bersama Bapedas dan lingkungan hidup juga akan memperbaiki kondisi lahan yang ada di perbukitanperbukitan,” Pinta Nelson.

Nelson menyampaikan bahwa yang paling penting untuk dilakukan bagaimana bisa melayani masyarakat yang terdampak kejadian tersebut. Sehingga hari ini pihak dinas sosial dan camat akan bersiap untuk dapat menyalurkan bantuan berupa makanan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

“Dalam waktu dekat ini yang paling utama bagaimana akses jalan disini betul-betul dapat kita lalui dan hari ini insyaallah bisa kita selesaikan. Saya liat ini semuanya sudah turun, tinggal menambah lagi alat-alat buldoser atau alat berat lainnya supaya bantuan makanan untuk masyarakat dapat segera terasalurkan,” Pungkas Nelson.

Seperti diberitakan sebelumnya, Longsor terjadi di 12 titik yang ada di Desa Totopo, Kecamatan Bilato, Kabupaten Gorontalo.
Kejadian ini mengakibatkan akses jalan menuju Desa Totopo dan sekitarnya tidak dapat dilalui akibat tertutup material longsor.

Longsor juga menutup aliran sungai mengakibatkan ratusan rumah terendam banjir. Setidaknya terdapat 260 kepala keluarga dan 500 lebih jiwa yang ikut terdampak longsor tersebut.

Reporter: Kris