Scroll Untuk Lanjut Membaca
AdvertorialGORONTALO UTARAPEMKAB GORUT

Bupati Gorut Beli Keset Kaki ke Pengrajin Lansia

×

Bupati Gorut Beli Keset Kaki ke Pengrajin Lansia

Sebarkan artikel ini
Pengrajin Keset Kaki
Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu saat berbincang dengan seorang nenek pengrajin Keset Kaki di Kecamatan Ponelo Kepulauan, Rabu (05/4/2023). Foto: Diskominfo

Dulohupa.Id – Bentuk kepedulian Thariq Modanggu kepada seorang nenek pengrajin Keset Kaki di Kecamatan Ponelo Kepulauan tidak hanya menginstruksikan Dinas Koperindag Gorut untuk memperhatikan hasil kerjainan nenek tersebut.

Namun pada kesempatan bertemu langsung dengan nenek pengrajin Kaeset itu, Bupati hingga membeli beberapa Keset Kaki yang sudah siap untuk di jual. Hal ini dilakukan Bupati pada selah – slah kegiatan Safari Ramadhan Pemerintah Daerah di Kecamatan Ponelo Kepulauan, Rabu (05/4/2023) kemarin.

Pantauan Dulohupa.Id, Nampak Bupati menyambangi nenek tersebut dengan keakrban selayaknya seorang anak yang bertemu sapa dengan orang tuanya. Bahkan Bupati sempat melontarkan sejumlah pertanyaan soal pemasaran keset kaki yang dihasilkan dengan cara menyulam menggunakan tangan tanpa alat modern.

Saat diwawancarai Bupati menuturkan, dirinya terharu atas semangat kerja nenek tersebut, sebab banyak masyarakat yang lanjut usia sudah tidak bisa berbuat banyak apalagi harus bekerja untuk menafkahi keluarganya. Namun semangat nenek memberikan motivasi kepada rakyat Gorut pada umumnya bahwa umur tidak akan membatasi kreativitas dan bakat masyarakat itu sendiri.

“Bercermin dari nenek pengrajin Keset kaki tersebut seolah membakar semangat saya dalam memimpin Daerah ini untuk mensejahterakan rakyat Gorut,” ungkapnya.

Ia juga menambahk, dirinya sudah menginstruksikan kepada Dinas Terkait dalam hal ini Dinas Koperindag untuk memperhatikan hasil hasil kreativitas masyarakat yang bisa dipromosikan sebagai hasil kerjaninan rakyat Gorut. Bahkan jika perlu hasil kerajinannya di beli oleh Pemerintah Daerah dan selanjutnya dipromosikan pada event – event pameran.

“Tentu dengan harga beli yang sebanding dengan tingkat kesulitannya, apalagi umur nenek tersebut sudah tidak muda lagi sehingga mempengaruhi harga setiap lembar keset tersebut,” paparnya.

Selain itu, Bupati juga mengatakan, instruksi kepada Dinas Koperindag Gorut tidak hanya memperhatikan nenek pengrajin Keset saja, secara umum para ibu – ibu yang punya kreativitas sendiri bisa di kelompokan untuk dijadikan kelompok usaha yang bisa dibantu melalui anggaran Pemerintah Daerah.

“Seperti penyertaan Modal Usaha, atau soal perizinan Usaha hingga pada aktivitas promosi dan penjualan,” pungkasnya.

Adv/An